Pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari- Cisangku Rp28 M Bermasalah

Cigudeg – Keterlambatan pembangunan jalan di Cigudeg-Kiarasari-Cisangku, Kabupaten Bogor, yang pendanaannya bersumber dari pinjaman Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke pemerintah pusat bermasalah kini mendapat sorotan Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya.

“Karena ini bukan murni APBD tetapi hasil pinjaman Pemprov Jawa Barat ke pemerintah pusat. Kami rebutan anggaran, kalau tidak mampu bangun, maka bisa kasih kabar sejak awal hingga anggarannya akan digeser ke daerah lain,” ujarnya.

Legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor itu khawatir jika pekerjaan jalan tersebut tak sesuai harapan, apalagi setiap rupiah yang dikeluarkan sangat berharga, mengingat Pemprov Jawa Barat pun mengalami “kontraksi” pada APBD tahun 2021.

“Ini hasil perjuangan Bupati, Sekda Kabupaten Bogor dan saya selaku angggota DPRD Jawa Barat, saya minta proyek ini jangan lagi gagal seperti proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi,” kata Asep seusai meninjau pembangunan jalan di Kiarasari, Sukajaya, Bogor, Jumat. Ia pun memastikan bahwa anggaran pembangunan jalan senilai Rp28 miliar itu tidak dicoret oleh Pemprov Jawa Barat. Ia berharap pihak pelaksana, PT Duta Tunas Kontruksi Pratama, melaksanakan tugas pengerjaan jalan tersebut tepat waktu. Mantan Asisten Pemerintah Daerah dan Kesejahteraan Rakyat itu menyebutkan, jika saat ini progres pekerjaan masih dibawah 30 persen, sehingg harus ada langkah percepatan.

Baca juga:  Tingkat Kesadaran Masyarakat Menjadi Kendala Lemah nya Capaian Vaksinasi 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin yang ikut meninjau pembangunan Jalan Cigudeg-Kiarasari-Cisangku mengatakan, pekerjaan tersebut untuk memulihkan insfrastruktur jalan maupun jembatan yang rusak akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada awal Januari 2020.

“Kami minta proyek ini bisa tepat waktu dan selesai sebelum 27 Desember 2021 mendatang pihak pelaksana proyek harus menambah alat berat, jumlah pekerja, dan waktu kerja. Saya tegaskan bahwa proyek yang didanai dari program Pemuihan Ekonomi Nasional ini tidak ada addendum atau masa tambahan waktu kerja, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan,” pungkas Burhan. (ahp)

Tags: , ,