Pembangunan Puskesmas Sadeng Pasar Abaikan K3

Puskesmas SadengPuskesmas Sadeng

Leuwisadeng, HRB – Penerapan manajemen Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan bangunan gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sadeng Pasar, Kecamatan Leuwisadeng, terkesan diabaikan.

Dari pantauan di lokasi pembangunan, tampak beberapa orang pekerja sedang melakukan pembongkaran atap bangunan Puskesmas pada, Senin 2 Oktober 2023.

Dari keterangan papan proyek disebutkan, pembangunan tersebut dikerjakan oleh CV. Mitra Usaha Rezeki dengan nomor SPK, 027/05.06-PPK/Sadeng Pasar/IX/2023 dan harga borongan senilai, Rp 173.884.792,-

Begitu pun para pekerja yang dipekerjakan di pembangunan Puskesmas Kecamatan Sadeng Pasar tersebut tidak memakai perlengkapan yang memadai bahkan alas kaki hanya menggunakan sandal jepit.

 Dengan mengabaikan proyek dalam menjalankan prosedur K3 patut di pertanyakan dan diduga ada unsur kesengajaan dengan tidak di belanjakan APD sebagai bentuk menambah keuntungan perusahaan.

Seharusnya keselamatan kerja harus diutamakan, pengawas proyek harus memberi teguran karena pelaksana proyek mengabaikan ini menjadi contoh yang kurang baik menurut Undang-Undang jasa konstruksi nyata disebutkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja ini harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pekerjaan.

Baca juga:  Event Seniman Budaya di Lembah Madu Cigudeg Menggema, Tapi Pihak Terkait Mati Suri

Menurut pekerja di lokasi kegiatan yang tidak bersedia menyebutkan namanya, mengaku bahwa mereka saat ini melakukan pekerjaan pembongkaran atap bangunan.

“Gak tau pak mandornya siapa, pelaksana juga gak ada, saya hanya di suruh saja bongkar atap ini, sama teman saya,” katanya.

Mirisnya, saat ditanya kepada para pekerja di lokasi bahwa baik mandor maupun pelaksana pembangunan dan pengawas jarang berada di lokasi pekerjaan.

“Saya gak tau pak, pokoknya saya di ajak kerja saja sama teman, yang nyuruh kami kerja juga gak tau siapa namanya pokoknya dari cibinong aja,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan. (Fex)

Tags: