Pemkot Bogor Hadapi Penyusutan IKM 2,8 Persen

Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor menghadapi penyusutan industri kecil menengah (IKM) yang mencapai 2,8 persen atau 37 perusahaan dari jumlah 1.301 perusahaan pada tahun 2019, sehingga total tersisa 1264 perusahaan selama hampir dua tahun pandemi COVID-19.

“Pemulihan ekonomi secara umum ada di Bappeda, kami baru mencatat jumlah perusahaan yang bertahan,” kata Kepala Dinas   Perdagangan   dan Perindustrian (Kadisperindag) Kota Bogor Ganjar Gunawan saat diwawancara Antara di Kota Bogor, Jumat.

Ganjar menyebut dalam pemulihan ekonomi, Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) berperan dalam kajian ekonomi masyarakat sektor industri dan perdagangan.

Kajian akan meliputi faktor-faktor yang bisa membangkitkan kembali pemulihan industri dan perdagangan menuju situasi kegiatan ekonomi masyarakat yang mulai normal.

Menurut dia untuk sementara ini, perdagangan dan industri terkait kesehatan masih paling cocok untuk dikembangkan maayarakat pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 menuju turun level hingga kondisi normal.

Baca juga:  Wali Kota ajak Pengusaha Muda Berkolaborasi Lakukan Pemulihan Ekonomi

“Semisal yang berhubun gan dengan kesehatan, bisa APD, herbal, dan sejenisnya. Tapi ini sedang dilakukan kajian lagi,” katanya.

Ganjar mengatakan untuk sementara ini, tren perdagangan dan industri bidang kesehatan masih cukup tinggi  mengingat Pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir.

Perdagangan APD berupa masker masih dicari oleh masyarakat karena protokol kesehatan di setiap kegiatan di dalam kantor, rumah sakit, sekolah, pasar dan mal mewajibkan pemakaian alat tersebut.

Selain itu, alat cek suhu, hand sanitizer dan obat herbal juga masih dibu- tuhkan masyarakat untuk melindungi diri “Jadi pastinya baik tenaga kesehatan, kegiatan perkan- toran, pekerjaan lapangan, sekolah, ya semua masya- rakat masih perlu APD, dita- mbah obat herbal dan lain- lain,” katanya. (ahp)

Tags: , ,