Pemkot dan Polresta Bogor Pantau Khusus Soal Hewan Qurban

hewan qurbanWali Kota Bogor, Bima Arya, ketika meninjau hewan qurban RPH Bubulak.(foto: pemkot/fuz)

KOTA BOGOR, HRB – Sebanyak 184 sapi di wilayah Kota Bogor dilaporkan terpapar penyakit mulut dan kaki (PMK) dan bahkan 2 ekor dianHewan Qurbantaranya mati.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun masih memberlakukan kebijakan menutup distribusi keluar masuk hewan qurban.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) hingga Selasa (21/6/2022), sebanyak 184 sapi di Kota Bogor terpapar PMK, dengan rincian 130 sapi berada penggemukan sapi di masyarakat dan 54 sapi berada di rumah pemotongan hewan (RPH) Bubulak.

Dari 184 sapi terkena PMK, sebanyak 77 sapi telah dinyatakan sembuh, terdiri atas 30 sapi di lokasi penggemukan sapi di masyarakat dan 47 sapi di RPH. Sedangkan 2 sapi yang mati, terlaporkan 1 berada di RPH dan 1 berada di penggemukkan masyarakat.

Terkait hal itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, ketika meninjau RPH Bubulak menyampaikan kepada awak media bahwa dari 488 sapi yang berada di RPH masuk dalam kategori pemantauan khusus.

Bima menuturkan, saat ini 488 sapi tetap ikut menjalani karantina untuk dilakukan pemantauan, hingga pekan depan. Kemudian dari 54 sapi bergejala, 7 sapi telah dinyatakan sembuh dan 47 sisanya masih dalam perawatan.

Baca juga:  Memanas, Massa Pendukung HRS Cekcok Dengan Petugas

“Dan untuk mendorong pemulihan situasi menjelang Hari Raya Qurban, Pemkot terus memasok vitamin dan obat-obatan bagi hewan ternak sapi di RPH Bubulak,” kata Bima yang meninjau RPH Bubulak bersama Dandim 0606 Letkol Inf. Ali Akhwan dan Kapolresta Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Sementara setelah masa karantina dan penutupan keluar masuk hewan ternak ke Kota Bogor hingga Rabu (29/6/2022), maka penjual hewan ternak boleh mendatangkan maupun mengeluarkan sapi untuk diperdagangkan.

“Jadi tidak boleh keluar masuk, setelah tanggal 29 boleh. Tetapi kita awasi terus supaya penjualan bisa dimonitor,” jelasnya.

Sementara, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo menambahkan, jajaran Polresta akan terus memantau distribusi dan penjualan hewan ternak sapi dan kambing menjelang Hari Raya Idul Adha oleh jajaran Polsek dan Babinkamtibmas.

“Termasuk kami perlu memberi edukasi kepada semua masyarakat agar tidak terjadi gejolak, kemudian (ketika) tidak ada yang membeli hewan kurban dan sebagainya, tentu ini bersama dinas terkait, Dinas Ketahanan Pangan, agar situasi di Hari Raya Kurban bisa baik dan normal,” jelas Susatyo. (Fuz/**)

Tags: , ,