Perayaan 10 Tahun SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo: Peningkatan Prestasi dan Kerjasama Internasional

KABUPATEN BOGOR, RBN – SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo merayakan ulang tahun ke-10 sejak berdirinya pada tanggal 3 Maret 2014. Perayaan ini digelar di Leuwisadeng, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada hari Kamis, 7 Maret 2024.

Ketua Pembina Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo, Dr. RM. H. Hermanto, JM, SKG, drg, MM, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo yang kini menjadi salah satu SMK unggulan di Indonesia. Ia menyoroti rencana pengembangan Sekolah Tinggi Kesehatan yang rencana akan didirikan disekitar SMK Kesehatan Prof Dr Moestopo.

Fransisca Agustina,S.E.MM, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo, menjelaskan bahwa sekolah ini berdiri sejak 3 Maret 2014, dan perayaan hari ini bertepatan dengan satu dekade perjalanan mereka. Meskipun seharusnya dirayakan pada tanggal 3 Maret 2024, namun disesuaikan karena jatuh pada hari Minggu.

“Kerjasama di Jepang, Malaysia, Singapura bahkan dalam jangka waktu dekat akan bekerjasama dengan Jerman, selain itu juga kita disini bekerjasama dengan klinik-klinik, PKM, kepala Puskesmas, dan rumah sakit lainnya. Semoga lulusan SMK ini memiliki keahlian dan keterampilan yang berkembang pesat di wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga:  Pemkab Bogor Segera Terbitkan Perda Pesantren

Lanjut Fransisca, dalam mengembangkan diri, SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo juga menarik perhatian dengan rencana untuk berkolaborasi internasional, termasuk dengan Jerman. Hal ini sejalan dengan usaha mereka dalam menjalin kerjasama dengan luar negeri, seperti MoU yang telah dimulai. Dengan demikian, sekolah ini semakin meneguhkan posisinya sebagai SMK unggul, terfavorit, dan berorientasi internasional dalam bidang kesehatan.

“Penerimaan positif juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yang mengapresiasi rencana kehadiran Sekolah Tinggi Kesehatan yang akan didirikan disekitar SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo karena membantu anak-anak lokal untuk tidak harus kuliah jauh ke kota lain. Ia berharap adanya kemungkinan peralihan langsung dari SMK ke perguruan tinggi di bawah Yayasan yang sama,” tutup Fransisca.

Tags: , ,