Perbaikan Jembatan Cikereteg Terus Molor, Kontraktor Ngakunya Hari Ini Bisa Dilintasi

Jembatan CikeretegJembatan Cikereteg

Caringin, HRB

Pelaksana proyek Jembatan Permanen Cikereteg  Sukabumi-Bogor yang hingga saat ini belum selesai mengaku akan segera menyelesaikan proyek tersebut yang saat ini statusnya memasuki tahap finishing.

Projek Manager Pembangunan Jembatan Cikereteg Fanny Zuriansyah mengatakan,rencananya besok malam akan dilakukan pengecoran lantai jembatan.

“Percepatan pembongkaran launcher gantry aja, lahannya terbatas tapi tetap diupayakan, Insyaallah kita upayakan tanggal 15, kemungkinan sore atau malam,ujar Fanny, Rabu 12 Juli 23.

Fanny menambahkan, pihaknya juga belum bisa memastikan pada saat open traffic nanti apakah jalur tersebut bisa dibuka dua arah atau bergantian.

“Belum dapat kami pastikan, lihat situasi di lapangan dulu,” tandasnya

Sebelumnya, puluhan warga sempat menggeruduk kontraktor pelaksana pembangunan perbaikan jembatan Cikereteg karena merasa dirugikan akibat molornya proyek tersebut. 

Sebelumnya, Ratusan warga Kampung Cibolang, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin dan Kampung Cibolang Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mendatangi proyek Jembatan Cikereteg, Selasa (4/7/2023). Kedatangan warga ke lokasi yakni untuk menemui pihak PT Brantas Abipraya, pelaksana proyek yang dianggap lamban mengerjakan proyek di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) tersebut.

Baca juga:  Terkesan Persulit Berkas AJB Warganya, Kades Kiarasari Adukan Camat Sukajaya ke Bupati Bogor

Lili, warga Kampung Cibolang, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin mengatakan, kedatangannya ke lokasi bersama warga lainnya sebagai bentuk kekesalan terhadap pelaksana proyek.  “Kami datang ke proyek jembatan ini untuk mempertanyakan pengerjaan yang lambat dan tidak kunjung selesai,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi proyek.

Menurutnya, pengerjaan proyek yang lamban serta penutupan jembatan sementara atau bailey sangat merugikan warga, terutama yang bermukim di Kampung Cibolang. Sebab, kata dia, setiap hari warga merasa terganggu dengan lalu-lalang kendaraan roda dua yang melintasi pemukiman mereka. 

 “24 jam kami yang tinggal di Kampung Cibolang sangat terganggu, baik siang maupun malam. Karena sejak jembatan bailey ditutup, banyak pemotor yang lewat kampung kami,” kata Lili. (djm)