PMII: Terminal Parung Hanya Dagangan Politisi 

Foto: Area lahan rencana proyek terminal parung.(HRB)

PARUNG – Pembangunan terminal Parungkongga kini belum temukan titik jelas.  Bahkan, wacana proyek itu memberi kesan sebagai jadi barang dagangan para politisi.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Kabupaten Bogor, Imam Shodiqul Wakdi. Menurut putra daerah asli Parung ini, issue terminal masih ditahap komuditas dagang para politisi.

“Mereka berkomentar akan komitmen mengawal realisasi terminal Parung. Nyatanya tidak melakukan apa-apa dan tidak punya wewenang ke arah sana,” ungkapnya.

Menurutnya, proyek terminal mustahil terlaksana tahun ini. Mengingat kebutuhan anggaran besar untuk penanganan Covid masih jadi prioritas kebijakan.

“Bukan hanya terminal Parung. Banyak proyek lainnya yang terkendala di era pandemi ini,” pungkasnya.

Baca juga:  Aktivis Kabupaten Bogor Minta Pemkab Bogor Tegas Tegakkan Perbup 120

Seperti diketahui rencana pembangunan Terminal Parung oleh Pemprov Jawa Barat di wilayah Kabupaten Bogor, hingga saat ini belum jelas. Meskipun telah tersedia lahan seluas 8 haktare, namun instrumen itu tetap membutuhkan suport anggaran besar.

Sebelumnya Kepala Bagian Program dan Pengendalian Pembangunan (Prodalbang) Setda Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika menjelaskan  bahwa, pada prinsipnya kebijakan pembangunan Terminal Parung adalah terminal tipe B, yang menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi.

“Sehingga dalam perjalanan baik perencanaan maupun pelaksanaannya, ditangani oleh Provinsi Jawa Barat sesuai janji gubernur,” jelasnya.

Ajat mengatakan, rencana pembangunan Terminal Parung, merupakan bagian yang anggarannya digeser atau direfocusing akibat covid-19. (Afandi)

Tags: ,