Polemik Swastanisasi KRB Berlanjut

Spot Photo, Taman Meksiko Kebun Raya Bogor

Kota Bogor – Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat kembali memprotes kebijakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  yang diam-diam menyerahkan pengelolaan Kebun Raya Bogor kepada pihak swasta. Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah meminta aktivitas wisata Glow di kebun raya dihentikan untuk sementara waktu.

Kebun Raya Bogor memang sedang menjadi sorotan. Itu setelah PT Mitra Natura Raya selaku pihak pengelola berakselerasi dengan menggulirkan wisata malam. Hal tersebut menjadi polemik berkelanjutan terlebih saat masyarakat menyadari bahwa pengelolaan lahan dengan ribuan vegetasi itu tak lagi dikelola LIPI.

“Intinya Aliansi tetap tegas untuk menolak swastanisasi di KRB. Aliansi akan mencetak Banner yg berisi penghentian GLOW, dengan melampirkan surat dari Bima Arya. Penolakan Swastanisasi KRB,” tegas Pimpinan Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat, Imam Sobari.

Perlu diketahui, selama setahun ini LIPI ternyata telah menyerahkan pengelolaan empat kebun raya yakni Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi, dan Bali.

Kepala LIPI  Laksana Tri Handoko mengatakan, alih kelola tersebut dilakukan  karena  LIPI tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengekplorasi  potensi kebun raya  di era kekinian.

Baca juga:  Kebun Raya Bogor Hadirkan Pertunjukan Seni Budaya Sunda

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, itu tertuang dalam  surat tertanggal 28 Oktober 2021, menyusul temuan bahwa GLOW berdampak pada ekosistem Kebun Raya Bogor.

Bima melalui surat tersebut menyampaikan lima hal, salah satunya menjelaskan alasan penghentian aktivitas wisata GLOW tersebut. Pemkot Bogor, jelas Bima, telah menerima kajian cepat dari tim Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan GLOW berpotensi memberikan dampak negatif bagi ekosistem.

Karena itu, Pemkot Bogor meminta kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mitra Natura Raya (MNR) untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap konsep GLOW bersama IPB.

“Pemkot Bogor meminta BRIN agar semua kebijakan terkait pengelolaan Kebun Raya Bogor memperhatikan kearifan lokal dan memperhatikan rekomendasi dari Pemkot Bogor,” tulis Bima Arya dalam surat tersebut.

Bima juga memandang pengembangan dan pengelolaan Kebun Raya Bogor harus sejalan dengan karakter dan identitas Kota Bogor, sebagai Kota Pusaka yang tidak saja menjaga kelestarian alam tetapi juga warisan budaya.(axl)

Tags: , ,