Polres Bogor Ikut Distribusikan Air Bersih ke Masyarakat

Cibinong, HRB

Kepolisian Resort (Polres) Bogor ikut mengerahkan personelnya untuk menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Bogor.

Seperti pada Selasa 29 Agustus 2023, Satuan Samapta Polres Bogor bekerja sama dengan PDAM Tirta Kahuripan menyalurkan pasokan air bersih untuk warga di wilayah Rancabungur.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan Polres Bogor bekerja sama dengan PDAM atau Perumda Air Minum Tirta Kahuripan selama musim kemarau yang melanda serta mengakibatkan kekeringan di berbagai wilayah,” kata AKBP Rio Wahyu Anggoro dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (30/8/2023).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun telah menggelar rapat koordinasi terkait bencana kekeringan ini bersama Polres Bogor, Kodim 0621, BPBD, Damkar dan PMI untuk dibentuk tim gabungan yang bertugas mengatasi dampak pasca bencana.

Sekitar 18 tangki air bersih disiagakan untuk mendistribusikan air bersih secara bergantian ke wilayah yang mengalami kekeringan dan kesulitan pasokan air bersih.

“Ada 18 Tangki air bersih kita kirim secara bergantian ke 98 desa setiap harinya. Walau belum maksimal harapan kami minimal kebutuhan masyarakat terpenuhi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin.

Baca juga:  KOK Minta Pengurus Koni Bersinergi

Diketahui, wilayah terdampak kekeringan menurut data BPBD perlahan semakin meluas seiring kemarau yang tak kunjung berakhir. Pada 27 Agustus 2023 tercatat 85 desa di 26 kecamatan mengalami krisis air bersih. Dan kemarau panjang ini sendiri diprediksi akan terus berlangsung hingga akhir September 2023.

Burhanudin juga meminta kepada para Kepala Perangkat Daerah (PD) dan Camat se-Kabupaten Bogor untuk sinergi gerak cepat menangani bencana alam kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Bumi Tegar Beriman.

 

Ia juga meminta kepala PD dan Camat untuk juga sosialisasikan kepada masyarakat kekeringan ini diprediksi akan berlangsung hingga September kita akan memasuki musim penghujan pada Oktober nanti.

 

“Kita harus gerak cepat antisipasi secara bersama-sama agar bisa lebih maksimal dalam penanganannya, karena kemarau ini tidak hanya kekeringan juga potensi kebakaran dan penyakit disentri kolera, gagal panen dan lainnya,” pungkasnya. (Cky)