Prediksi BMKG Gagal, Kawasan Puncak Mulai Kekeringan

Cisarua, HRB

Masyarkat di sejumlah wilayah di Kawasan Wisata Puncak, Ciarua, Kabupaten Bogor saat ini mula mengalami kekeringan akibat kemarau dan perubahan iklim, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Citeko, ryang menyatakan  musim kemarau yang saat ini melanda di kawasan Puncak, tidak akan berpengaruh kepada kekeringan dan kondisinya masih aman. 

 

Kepala Stasiun Metereologi (Stamet), Fathuri pada Rabu 26 Juli 2023 lalu mengatakan, secara universal bulan Juli, Agustus, September sudah memasuki periode kemarau. Akan tetapi bukan berarti kemarau itu tidak ada hujan. Ia mengatakan, letak wilayah Puncak dan sekitar masuk dalam kawasan unik, mengingat jika masuk dalam perkiraan musim kemarau. Akan tetapi kawasan Puncak masih tetap turun hujan.

 

“Kalau wilayah Puncak khususnya dan kota Bogor, sampai ke gunung salak itu unik ya, pengaruh lokal cuacanya sangat kuat, jadi kadang kemarau tidak kemarau itu curah hujannya cukup banyak. Jadi masih aman,” terangngya.

 

Pihaknya memastikan wilayah Puncak dan sekitaranya tidak harus merasa khawatir jika dilanda kekeringan. Mengingat hal tersebut sangat mustahil terjadi di kawasan Puncak dan sekitarnya. “Sebetulnya begitu, tapi kembali lagi ketika yang 150 milimeter itu digunakan di area pertanian, karena biasanya si lahan padi itu membutuhkan minimal 150 milimeter perbulan untuk curah hujannya,” pungkasnya

Baca juga:  Petakan Lahan untuk Petani Milenial

 

Pada Rabu 02 Agustus 2023, warga di kawasan Puncak kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau. Saat ini sungai di Kampung Sukamulya Desa Kopo, Kecamatan Cisarua mengalami kekeringan, bahkan terlihat tumpukan sampah berserakan disaluran sungai. “Ya kalau bicara kekeringan ini mungkin di wilayah lain juga ada tentunya, kebetulan di Desa Kopo juga kekeringan kemarin kita sudah koordinasi,” ungkap Kades Kopo, Wiwin Wildan.

 

Saat ini pihaknya telah menurunkan tim guna mencari sumber mata air untuk segera disalurkan kepada para warga. Termasuk melakukan koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga dengan Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPDB) Kabupaten Bogor untuk mengirimkan pasokan air. “Hari ini rencananya kita mau mencari titik sumber air, kita akan back up untuk kebutuhan pipa, kemudian ketika sumbernya tidak ada kita akan kirim air bekerjasama dengan PDAM dan BPDB, suratnya sudah kirimkan hari ini,” paparnya. (Asz)