Proyek Betonisasi 28 Miliar Cigudeg – Kiarasari Terkesan Asal Asalan

Cigudeg – Pekerjaan proyek betonisasi ruas jalan Cigudeg – Kiarasari – Cisangku sebesar 28 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Duta Tunas Kontruksi Pratama mulai dikebut, namun hasilnya tak maksimal dan berantakan sehingga banyak yang retak-retak beton nya. Tak hanya itu, pembangunan betonisasi jalan tersebut juga kurang sosialisasi dan koordinasi sehigga warga pun mengeluh karena menimbulkan kemacetan.

“Tidak ada sosialisasi dari pihak kontraktor, inikan jalan satu – satunya yang dilintasi oleh warga dan tidak ada jalan alternatif, akibat arus jalan yang digunakan hanya sebelah akhirnya kami beradu sehingga menimbulkan kemacetan. Mestinya kontraktor menaruh orang untuk jaga buka tutup jalan agar tidak terjadi kemacetan,”ujar Mamat salah satu pengendara, Kamis (28/10/21).

Hal senada dikatakan Agus (40) salah satu warga sekitar mengatakan, kontraktor seharusnya sebelum melakukan pembangunan jalan tersebut melakukan perataan dibagian sisi jalan nya dengan batu belah, namun yang dilakukan kontraktor malah membiarkan jalan tersebut amblas sehingga banyak mobil truk terperosok.

Baca juga:  Truk Tambang Jadi Biang Kerok Kemacetan di Bogor Barat 

Sayangnya, pengerjaan proyek betonisasi tersebut minim sosialisasi sehingga tidak sedikit pengendara atau pengguna jalan yang mengeluh. Sebab, pihak pengembang tidak menempatkan rambu dan pemberitahuan ada proyek pengerjaan betonisasi jalan.

“Harusnya pihak kontraktor tiap jalan yang dibangun ada pekerja yang menjaga untuk melakukan buka tutup jalan sehingga kendaraan roda empat tidak bertabrakan satu arah dan membuat mobil tersebut terjebak kemacetan,”tuturnya.

Ia meminta agar pengerjaan proyek betonisasi tersebut tidak asal asalan dan harus sesuai dengan spesifikasi agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Ya harus diawasi bersama pembangunannya, agar hal tersebut bisa membuat awet bangunan jalan itu sehingga masyarakat dapat menikmati dan memanfaatkan jalan yang mulus sehingga dapat memperlancar arus perekonomian masyarakat disaat pendemi yang berkepanjangan ini,”pungkasnya (Gus).