PT. Pulau Intan Dituding Salah Gunakan Izin Lingkungan Warga

Foto : Proyek PT. Pulau Intan Gudang Shopee dianggap salah gunakan izin lingkungan warga.

Sukaraja – PT. Pulau Intan yang menjadi kontraktor Gudang Shopee di Jalan Raya Jakarta-Bogor Desa Cimandala Kecamatan Sukaraja, dituding telah menyalahgunakan surat izin lingkungan dari warga Kebon Kelapa.

Adanya dugaan penyalahgunaan izin lingkungan tersebut, menurut warga berinisial DN,  data yang diterima warga dari pihak perusahaan hanya untuk mengalihkan saluran air saja.

“Tetapi ternyata, izin lingkungan dari warga yang seharusnya untuk pengalihan saluran air, berubah menjadi proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tentunya, ini membuat warga menuding adanya kecurangan dari pihak PT. Pulau Intan,” ungkap DN, Kamis (24/06/2021).

 DN mengatakan, data lain yang diterima  warga dari perusahaan adalah pemasangan tiang pancang yang mencapai kurang lebih 2.000 batang. “Ada kurang lebih 2.000 batang tiang pancang yang akan dipasang oleh perusahaan untuk gudang Shopee tersebut,” kata DN.

Ketua paguyuban warga,  Demianus menjelaskan, bahwa ada beberapa kesepakatan antara PT.Pulau Intan dengan warga, diantarànya pihak perusahaan akan memberikan kompensasi.

“Dari kompensasi tersebut, warga Kebon Kelapa di sekitar proyek akan diterima bekerja di proyek tersebut sebanyak 40 % dari jumlah seluruh tenaga kerja, perusahaan membangun jalan tembus dari Rt 06 menuju jalan Raya Jakarta Bogor, pembangunan saluran air. Serta memperbaiki jembatan yang menghubungkan warga kebon kelapa Rt 07 dengan Rt 06, dan semua kesepakatan ini belum terealisasi,” jelas Demianus.

Baca juga:  Satpol PP Kemang Kembali 'Bredel' Spanduk Liar

Lanjut Demianus, surat yang pernah ditandatangani oleh pihak paguyuban hanya untuk pemindahan saluran air yang melintas di gudang Shopee. Sementara, untuk IMB yang diklaim pihak PT.Pulau Intan sudah mendapatkan izin dari warga, sama sekali tidak pernah dilampirkan kepada paguyuban warga. 

“Pihak paguyuban tidak pernah membuat dan menandatangani surat izin lingkungan sebagai persyaratan mengurus IMB, yang jadi pertanyaan kenapa pihak proyek telah mendirikan bangunan padahal IMB nya belum selesai. Dan kami minta kepada pihak berwenang untuk tegas menertibkan bangunan tanpa izin ini,” “ujarnya.

Adanya, penyalahgunaan surat izin lingkungan yang dilakukan oleh PT. Pulau Intan itupun diamini oleh Kepala Desa (Kades) Cimandala, Aditya Agung Diningrat, yang menyatakan bahwa proyek pembangunan gudang itu memang belum memiliki IMB. 

“Dari informasi yang saya terima, paguyuban warga belum pernah membuat serta menandatangani izin syarat proses IMB. Karena, baru RT 02 saja yang menandatangani, dan itu belum memenuhi syarat untuk IMB tersebut,” imbuhnya. (Dik/Irv) 

 

Tags: