Publik Tantang Jaksa Bongkar Kasus Korupsi di Kabupaten Bogor

KejaksaanIST: Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.(foto: djm/hrb)

Cibinong, HRB

Kasus-kasus korupsi di bumi tegar beriman dalam beberapa tahun terakhir ini dinilai kalangan masyarakat belum dapat ‘digarap’ sampai tuntas oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. Memang ada dua kasus korupsi yang sukses dibawa ke pengadilan, yaitu dana bencana alam dan dana bantuan pendidikan BOS, namun hal itu belum memuaskan masyarakat Bumi Tegar Beriman.

Kejari Kabupaten Bogor kini menjadi tumpuan masyarakat untuk penegakan hukum dan bahkan mampu menuntaskan penanganan kasus dugaan penyelewengan ‘uang rakyat’ dalam sejumlah proyek infrastruktur dan bangunan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang terjadi akibat ‘kongkalingkong’ antara penguasa dengan pengusaha.

Kalangan masyarakat, khususnya aktivis mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat, mengharapkan pihak Kejaksaan untuk berani membongkar kasus dugaan korupsi seperti dugaan kerugian di BUMD PT PPE, PT Sayaga Wisata dan proyek gedung tambahan RSUD Ciawi serta gedung RSUD Leuwiliang.

Aktivis mahasiswa sekaligus Ketua DPD Pemuda Nasional Kabupaten Bogor Fawatulloh Fawait misalnya, menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek infrastruktur di lingkup Dinas PUPR dan bangunan di lingkup Dinas Pendidikan setempat. Ia menyebutkan masyarakat kini sangat mengharapkan keberanian Kejari Kabupaten Bogor untuk menguak dan menuntaskan berbagai kasus korupsi di kedua instansi tersebut. 

“Masyarakat ingin melihat nyali aparat Kejaksaan dalam menangani dugaan-dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Bogor. Contohnya, proyek Jalan Bomang,” ungkap Sihol, sapaan akrabnya, saat dihubungi Rakyat Bogor, akhir pekan kemarin.

Baca juga:  Respon Pol PP Datar Soal Toko Mario, Pedagang Pasar Caringin Merasa Dipermainkan

Dia juga menilai bahwa kasus-kasus korupsi yang terjadi beberapa tahun terakhir ini melibatkan sejumlah orang penting dan orang berpengaruh di Kabupaten Bogor. “Mestinya hal ini bisa dideteksi oleh penyidik Kejari, bongkar tuntas dan seret para pelaku serta penikmat uang korupsi tersebut ke pengadilan,” sebutnya.

Terkait hal tersebut, pemerhati masalah pemerintahan dan pembangunan Bogor Raya, Yusfitriadi, menilai hal yang wajar jika kalangan masyarakat Kabupaten Bogor berharap dan bahkan mendesak pihak Kejari setempat untuk berbuat luar biasa dalam penegakan hukum, khususnya terkait kasus korupsi.

“Harapan dan desakan itu kan bagian dari adanya rasa sayang sekaligus adanya kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegakan hukum, khususnya Kejaksaan. Ini muncul setelah melihat kinerja Kejari Kabupaten Bogor yang berhasil menuntaskan sejumlah kasus korupsi di tahun lalu dan tahun ini,” ujarnya.

Kinerja Jaksa yang cukup baik itulah yang memunculkan ekspetasi tinggi masyarakat akan kinerja korps Adhyaksa Kabupaten Bogor untuk dapat membongkar dan mengusut tuntas sejumlah kasus korupsi di Kabupaten Bogor yang sudah menjadi sorotan masyarakat luas.

“Terlebih setelah peristiwa OTT Bupati Ade Yasin tahun lalu, ada sejumlah proyek besar bermasalah yang melatarbelakangi penindakan KPK itu. Nah, hal itu yang kemudian menjadi dasar pemikiran bahwasanya Kabupaten Bogor saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja, ada isu dugaan korupsi yang harus ditindaklanjuti segera oleh Kejaksaan,” imbuh Yusfitriadi. (Cky)