Gunung Putri, HRB
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama Dinas sosial (Dinsos) dan aparat Sub Garnisun Bogor, menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Jumat (07/07/2023) dini hari.
Operasi yang dilakukan dalam rangka penertiban Pekat ini, dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid.
“Ini dalam rangka penertiban Penyakit Masyarakat (Pekat) di Wilayah Kabupaten Bogor yang operasinya dilakukan secara gabungan,” ucap Cecep Imam yang pernah menjabat Camat Babakan Madang, kepada wartawan, akhir pekan kemarin.
Cecep menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan ribuan minuman keras (Miras) dari berbagai jenis dan golongan yang berada di dua tempat Cafe, yakni Cafe Delamonte dan Toko Bersaudara yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Putri.
“Petugas di lapangan berhasil menyita sebanyak 3.172 botol miras dari golongan A,B,C di dua tempat yang ada di Kecamatan Gunung Putri,” terangnya.
Selain minuman alkohol (Minol) yang di sita, petugas gabungan juga berhasil menjaring beberapa wanita yang di duga sebagai penjajah seks komersial (PSK) di tempat lokalisasi hiburan malam yang ada di wilayah Kecamatan Cileungsi.
“Beberapa perempuan PSK di tempat lokalisasi Gang Coklat dan Gang Anggrek, bersama Dinsos langsung di gelandang ke markas Dinas Sosial guna didata dan di rehabilitasi di Sukabumi,” jelasnya.
Pihaknya mengaku akan menunggu dalam waktu 30 hari kedepannya kepada pihak pemilik minuman keras, untuk memperlihatkan bukti-bukti yang ada terkait perizinan yang dimiliki.
“Dan Alhamdulillah kegiatan razia pekat Satpol-PP bersama jajaran, serta tim gabungan TNI – Polri Kabupaten Bogor, dapat berjalan aman dan lancar,” tukasnya. (Asb)
Tags: Miras
-
Merasa Telah Tempuh Perizinan, Pemilik Resto Puncak Asri Merasa Diperlakukan Tidak Adil Oleh Pemkab Bogor
-
PWI Kabupaten Bogor Laksanakan Upacara HUT RI ke-79
-
PWI Kota Bogor Sehatkan Wartawan Lewat Program Jumat Sehat
-
Berto Tumpal Harianja : Kejanggalan Putusan PN Cibinong Harus Diusut