Risma Resmikan Sentra Kreasi Atensi Balai Disabilitas Ciungwanara

Foto: Menteri Sosial Tri Rismaharini meresmikan Sentra Kreasi Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) Balai Disabilitas Ciungwanara, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/6/2021).Rakyatbogor/ZAK

CIBINONG – Menteri Sosial Tri Rismaharini meluncurkan Sentra Kreasi Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) sebagai media promosi hasil penerima manfaat di Balai Disabilitas Ciungwanara, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/6/2021).

Sentra Kreasi atau Balai Kreasi Ciungwanara awalnya diinisiasi untuk para penerima manfaat seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Namun Risma melihat banyak masyarakat terutama para penyandang disabilitas yang masih kekurangan.

“Yang dulunya hanya untuk melatih atau merehabilitasi itu saja, sekarang engga, konsep kita sampai mereka berdaya. Bentuknya macam-macam, ada yang tadi musik, batik, makanan. Meskipun dengan kondisi keterbatasan, tanpa lelah dan putus asa, kami bisa mendorong mereka para penyandang disabilitas bertahan dan berdaya saing,” kata Risma.

Ia berharap Balai Kreasi Ciungwanara di Bogor dapat membantu para penyandang disabilitas. “Mudah-mudahan adanya balai ini bisa membantu dan memberikan kemudahan kepada mereka,” harapnya.

Mendampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini, Bupati Bogor Ade Yasin berharap Sentra Kreasi Atensi (Asistensi Rehabilitasi Sosial) di Balai Disabilitas Ciungwanara, menjadikan wilayahnya ramah penyandang disabilitas atau difabel.

“Mudah-mudahan dengan diresmikannya ini, akan lebih banyak lagi membantu khususnya masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Baca juga:  Pilkada 2024, Wanhai Siap Bertarung Melawan Ade Yasin

Menurutnya, selaras dengan program Kementerian Sosial itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memiliki program pemberdayaan difabel, seperti mendirikan Graha Pancakarsa yang salah satunya berfungsi menampung bantuan dari perusahaan untuk kaum difabel.

“Pelayanan satu atap untuk warga berkebutuhan khusus kerja sama dengan CSR dan perusahaan untuk penyediaan alat bantu dan warga kebutuhan khusus. Serta satu atap untuk pengurusan dinas-dinas terkait untuk masyarakat berkebutuhan khusus,” kata Ade Yasin.

Kemudian, di bidang pendidikan, Pemkab Bogor mengadakan program inklusif di setiap jenjang pendidikan. Pendidikan inklusif telah masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor tahun 2018-2023. Sehingga, pada penghujung tahun 2020 terdapat 91 SD dan 20 SMP yang menjadi percontohan sekolah inklusif.

“Target kami pada akhir RPJMD yaitu 27 sekolah jenjang TK, 45 SD dan 41 sekolah jenjang SMP. Kemudian, kami sediakan program 1.200 beasiswa untuk presentasi termasuk penyandang disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan swasta di Kabupaten Bogor,” paparnya.(Zak)

Tags: , ,