Ruang IGD RSUD Cibinong Sempit, Dikeluhkan Keluarga Pasien

Foto: Ruang IGD RSUD Cibinong.(hrb)

Cibinong – Keluarga pasien keluhkan sempitnya ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, yang dirasa sudah tidak memadai untuk menampung para pasien yang akan berobat.

“Untuk pelayanan sudah sangat baik, namun untuk IGD-nya perlu perbaikan lagi, karena ruangannya agak sempit,” ujar Andi, salah satu keluarga pasien yang sedang mengantar keluarganya berobat kepada Rakyat Bogor, Kamis (17/06/2021).

Lebih lanjut Andi mengatakan, RSUD Cibinong terletak di tengah Ibukota Kabupaten Bogor sehingga sangat wajar mendapat pasien dalam jumlah besar.  Namun demikian, hal ini harus diimbangi dengan penambahan ruang untuk pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

“Pengunjung atau pasien yang datang ke IGD RSUD Cibinong ini cukup banyak,  sehingga ruangan ini terasa sempit dan kurang nyaman,” jelas Andi.

Andi berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan perhatian kepada RSUD Cibinong, khususnya untuk ruang IGD ini untuk diperluas.

“Sebagai warga Kabupaten Bogor, saya berharap agar ruangan ini diperluas. Apalagi ruangan IGD ini kan untuk pelayanan pertama kepada pasien. Jadi sangat penting bagi dokter, perawat dan pasien untuk mendapatkan ruangan yang luas saat di IGD,” harapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Cibinong, Wahyu Eko Widiharso, Sp.OT MARS, yang dikonfirmasi terkait keluhan keluarga pasien tentang ruang IGD yang sempit, dia membenarkan hal tersebut.

Baca juga:  Pemkab Bogor Gelar Vaksinasi Massal Gelombang Kedua

“Keluhan tentang ruangan IGD yang terasa sempit memang ada. Dan itu menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki pelayanan kami kepada warga Kabupaten Bogor,” ujar dr Wahyu Eko.

Lebih lanjut dr Wahyu Eko mengatakan,  terhadap keluhan keluarga pasien tersebut, pihaknya tidak tinggal diam.  Bahkan, ujar dr Wahyu Eko, pihaknya sudah merancang untuk perluasan gedung.

“Kita sudah merancang pembangunan gedung RSUD Cibinong ini, termasuk didalamnya perluasan untuk ruang IGD.  Ini semua demi peningkatan pelayanan kesehatan kepada warga Kabupaten Bogor,” papar dr Wahyu Eko.

Dr Wahyu Eko mengatakan, terkait rencana pembangunan ini terkendala pada biaya, termasuk bencana Covid-19. “Sudah kita ajukan, namun dicoret karena refocusing untuk Covid-19. Di tahun ini kita coba untuk ajukan kembali, dan semoga bisa diakomodir dan tahun depan bisa dibangun,” harap dr Wahyu Eko.

Sekedar diketahui,  RSUD Cibinong yang terletak di tengah Ibukota Kabupaten Bogor ini letaknya sangat strategis.  Selain melayani warga Kabupaten Bogor, juga melayani warga dari Kota Depok dan Kota Bogor. Karena itu sangat wajar jika pengunjung RSUD Cibinong selalu membludak. (Zak/Irv)

 

Tags: