Sampah Membusuk di Desa Banjarsari, Hidung Warga‘Tertusuk’

sampahSampah Membusuk di Desa Banjarsari.(foto: wan/asz)

Ciawi, HRB – Para pengguna jalan Banjarwaru – Tapos atau Jalan Veteran III mengeluhkan Bau busuk yang menyengat yang berasal dari tumpukan sampah tepatnya di tepi jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Walhasil, setiap kali melintas pengendara pun terpaksa menutup hidung.

Selain bau tak sedap, lokasi pembuangan sampah yang berada dipinggir jalan dan berada di atas saluran irigasi itu juga mengundang kemunculan lalat.

“Kalau melintasi lokasi ini, ya harus tutup hidung karena bau,” ujar Rahmat (31) pengendara yang melintas kepada wartawan, Rabu (22/06/2022).

Warga Desa Cileungsi ini menyarankan, agar lokasi pembuangan sampah dipindahkan ke tempat yang lain dan tidak berada dipinggir jalan. Apalagi di sepanjang Jalan Banjarwaru-Tapos ada sejumlah lokasi wisata dan mayoritas pengunjungnya berasal dari luar Bogor.

“Di sini banyak lokasi wisata yang ramai dikunjungi tiap akhir pekan dan hari libur. Tumpukan sampah ini bisa menimbulkan penilaian jelek dari wisatawan kaitan dengan lingkungan hidup,” imbuhnya.

Senada dilontarkan Ade (38), warga Desa Banjarsari yang mengaku risih dengan adanya tumpukan sampah di wilayahnya. Meskipun ada pengangkutan oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), namun penumpukan sampah tetap terjadi karena banyaknya warga yang membuang di lokasi tersebut.

Baca juga:  Video Diduga Pungli Oknum Dishub Gadungan Viral di Medsos diamankan Polisi

“Terkadang ada petugas yang mengangkutnya, tapi tetap saja menumpuk karena banyak warga yang membuang sampah disana. Sebaiknya lokasi tempat pembuangan dipindahkan, agar tidak membuat pemandangan jadi kotor apalagi dipinggir jalan,” pintanya.

Sebelumnya, Kasubag UPT DLH wilayah III Ciawi, Bambang Hermawan, menegaskan penanganan sampah telah dilakukan semaksimal mungkin agar bisa tertangani dengan baik. Namun, kata dia, diperlukan peran serta semua pihak karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Diperlukan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Sosialisasi tersebut, bisa dilakukan oleh pemerintah desa hingga lembaga sosial,” jelasnya.

Kurangnya pemahaman warga terkait lingkungan, sambungnya, juga akan menimbulkan bencana yang ujungnya merugikan banyak pihak, misalnya membuang sampah di saluran irigasi akan menimbulkan banjir karena saluran yang tersumbat akan meluap seperti di Jalan alternatif Veteran II Telukpinang.

“Sampah yang menyumbat saluran irigasi, membuat air meluap ke badan jalan. Yang dirugikan adalah pengendara yang melintas bahkan bisa menimbulkan kecelakaan,” tandasnya.(wan)

Tags: , ,