Sampah Tidak Diangkut, Warga Jasinga Resah

Jasinga, HRB – Lantaran telat diangkut, tumpukan sampah di lokasi Tempat Pembangunan Sampah (TPS) yang berada di sekitar wilayah Desa Jasinga, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor membuat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Permadi meradang.

Pasalnya, hal tersebut dikeluhkan langsung oleh warga setempat kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor dari daerah pemilihan (Dapil) V Permadi Dalung, yang juga putra daerah Kecamatan Jasinga.

“Iya, warga jasinga mengeluhkan pada saya masyalah sampah tersebut karena lambat diangkut, sedangkan sampah itu kan masalah krusial,” ungkap Dalung sapaan akrabnya kepada wartawan melalui panggilan seluler, Kamis (30/06/2022).

Terjadinya penumpukan sampah yang telat diangkut itu lantaran belum adanya pembayaran dari Desa setempat selama 2 bulan.

Alhasil, hal tersebut pun membuatnya meradang hingga untuk mencari sebuah solusi, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Saya sudah komunikasi kan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan beliau akan meminta waktu untuk memanggil Camat setempat, Kepala Desa, dan UPT terkait,” ungkapnya.

Kendati demikian, Dalung menekankan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat untuk lebih koperatif dalam menyikapi permasalahan yang krusial itu, pasalnya Dalung Permadi pun membenarkan bahwa terjadinya penumpukan sampah tersebut lantaran belum dibayarkannya retribusi sampah oleh Desa Jasinga kepada UPT terkait.

Baca juga:  Pasien Covid-19 Sisa 20 Orang

“Sudah kita komunikasikan juga kepada UPT setempat, dan jawaban dari UPT karena belum di bayar selama dua bulan, terlebih ketika dihubungi Kades Jasinga sulit dihubungi oleh UPT,” bebernya.

Di sisi lain, Dalung pun mengaku langsung konfirmasi kepada kepala Desa Jasinga, yang mana menurut Dalung memang betul belum dibayar.

Dan hal itulah yang sangat disayangkan Anggota DPRD Kabupaten Bogor terbaru, yang seharusnya menurut Dalung, Pemerintah setempat lebih koperatif guna mencari solusi terbaik. Dan meminta agar sampah tersebut tidak sampai terlalu menumpuk, sebab dimusim hujan seperti ini bisa saja jalanan akan penuh sampah semua.

“Iya seharusnya lebih koperatif, kalo memang ada kendala kan kita bisa duduk bersama dengan Camat, Kepala Desa, dan Tokoh masyarakat kita cari solusi bersama. Karena kalo sampah di buang ke kali itu kan pelanggaran karena ada Perdanya, ada hukumnya ada dendanya,” tukasnya. (Gus)

Tags: