Satreskrim Polresta Bogor Berhasil Menangkap Pelaku Pembobolan Alfamart dan Pengeroyokan

BOGOR KOTA, RBN – SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil menangkap tiga pelaku pembobol mesin ATM di Alfamart di Jalan Tumenggung Wiradiredja, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada 1 Februari 2024.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Jawa Barat, Polresta Bogor Kota, dan Polres Bogor berhasil mengidentifikasi enam pelaku dengan inisial SS, MT, MM, Pakde, Boncel, dan D.

Menurut Bismo, SS, MT, dan MM ditahan di Polresta Bogor Kota, sementara Pakde, Boncel, dan D diamankan di Polres Bogor Kabupaten.

“Hasil pemeriksaan para pelaku, aksi ini diinisiasi oleh Pakde dan SS, mereka belajar aksi tersebut dari Pakde yang merupakan residivis. Mereka mengajak atau merekrut para pelaku yang sebelumnya sudah pernah melakukan aksi serupa, bahkan beberapa di antaranya pernah melakukan aksi pencurian baterai tower dengan modus yang sama,” ucapnya pada Rabu, 21 Februari 2024.

Bismo menjelaskan bahwa para pelaku pertama kali membobol tembok Alfamart dengan palu besi berukuran besar, kemudian membobol mesin ATM dengan menggunakan las dan peralatan lainnya.

Baca juga:  KPUD Gandeng PWI Kota Bogor Sosialisasi Pemilu 2024

“Dari perbuatannya, pelaku mengambil DVR CCTV, minuman, rokok, coklat, kosmetik, dan uang tunai di dalam ATM di atas Rp100 juta,” ungkapnya.

Hasil dari tindak pidana tersebut, lanjut Bismo, masing-masing pelaku mendapatkan bagian sebesar Rp18 juta, sedangkan sisanya diambil oleh pelaku Pakde.

“Motif mereka untuk biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari, karena uang hasil kejahatan sebagian besar digunakan untuk membayar hutang dan keperluan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara, menambahkan bahwa saat penangkapan, para pelaku mencoba melarikan diri dan melawan petugas, sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur.

“Mereka sudah diberikan peringatan sebanyak 3 kali, namun tidak mengindahkannya, sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas terukur pada bagian kaki masing-masing pelaku,” katanya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 2 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.