Sejumlah Sekolah di Kota Bogor Lecehkan Mendikbud

Kota Bogor – Sejumlah sekolah di Kota Bogor diduga kuat telah melecehkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Nadien Makarim. Bukti itu nampak jelas dengan tidak dilaksanakannya Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja.

“Dana BOS Afirmasi dan Kinerja bernilai ratusan juta, bahkan mungkin miliaran rupiah diduga kuat telah digunakan tak sesuai peruntukan sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 31 Tahun 2019 tersebut. Dengan adanya dugaan penyimpangan dana tersebut, negara, sekolah dan siswa dirugikan,” ujar pengamat pendidikan Agus Putranto beberapa waktu lalu di Bogor.

“Dana Bantuan Operasional Sekolah tersebut seharusnya dibelanjakan sesuai peruntukan, tapi karena dibelanjakan tak sesuai yang ditentukan, maka negara sekolah dan siswa dirugikan. Negara dirugikan dari sisi keuangan, sekolah dirugikan dari sisi aset, seharusnya aset sekolah bertambah, ini tidak terjadi. Sedang siswa dirugikan dari sisi tidak mendapat alat penunjang dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar,” tandasnya.

Dijelaskan Agus, Adapun besaran dana BOS tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa baru yang diterima di sekolah dimaksud. Realisasi anggaran harus sesuai sarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Namun, dengan barbagai alasan, dana Bantuan Operasional Sekolah tersebut dalam prakteknya digunakan menyimpang. Dana BOS yang disalahgunakan dengan cara dibelanjakan yang tak sesuai peruntukan sebagaimana juklak juknisnya.

Sejauhmana kebenarannya, sejumlah kepala sekolah penerima dana BOS tersebut saat dikonfirmasi secara terpisah di kantornya beberapa waktu lalu membenarkan telah menerima dana BOS Kinerja Tahun Angaran 2019. Mereka juga membenarkan telah merealisasikannya pada tahun anggaran berikut. Namun sebelum itu terlebih dahulu berkordinasi dan mohon arahan pada Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Baca juga:  Pemkot Bogor Hadapi Penyusutan IKM 2,8 Persen

“Sebelum menggunakan  dana BOS terebut, terlebih dahulu kami mohon arahan pada Dinas Pendidikan Kota Bogor. Menurut  pengelola BOS Dinas Pendidikan Jatmiko, dana tersebut dapat digunakan untuk yang lain, ini sesuai hasil konsultasi dengan Bagian Hukum, Inspektorat, Bagian Keuangan dan Pengadaan Barang dan Jasa Kota Bogor,” ucap salah satu kepala sekolah Ocid yang dibenarkan oleh Kepala Sekolah lainnya Yayan.

Sementara itu, Jatmiko yang ditemui sebelumnya membenarkan telah melakukan konsultasi dengan Bagian Hukum, Inspektorat, Bagian Keuangan dan Pengadaan Barang dan Jasa Kota Bogor dalam rangka penggunaan dana BOS Kinerja terebut. Namun, saat diberitahu apapun alasannya bahwa penggunaan anggaran yang tak sesuai peruntukan adalah salah, Jatmiko hanya mengatakan terima kasih masukannya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah sekolah di Kota Bogor pada TA 2019, tahun ajaran 2019/2020 telah menerima dana BOS Kinerja yang besarannya disesuaikan dengan jumlah siswa baru yang diterima di sekolah tersebut. Anggaran yang langsung masuk ke rekening sekolah tersebut diperuntukan membeli alat komunikasi. Namun dalam prakteknya anggaran tersebut baru dibelanjakan pada tahun berikutnya, itupun tak sesuai juklak. ahp

Tags: ,