Selewengkan Fasilitas Kredit, Dua Tersangka Dibui

Cibinong – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor kembali menangkap dua orang tersangka dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas kredit BRIGUNA kepada Anggota Koperasi Serba Usaha Lestari (KSUL) pada PT Taman Wisata Matahari.

“Hari ini kami menahan lagi dua orang tersangka tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas kredit BRIGUNA kepada Anggota Koperasi Serba Usaha Lestari, atas nama HC dan ST,” kata Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor, Juanda kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

Juanda menambahkan, terhadap kedua tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan dan dititipkan di Rutan Polres Bogor. “Tersangka HC dan ST sendiri merupakan manajer Koperasi Serba Usaha Lestari PT Taman Wisata Matahari,” imbuhnya.

Juanda menjelaskan, kronologis perbuatan melawan hukum yang dilakukan para tersangka, ialah dengan mengajukan permohonan kredit fiktif. Setelah pencairan kredit, uangnya ditarik oleh tersangka HC yang kemudian  dibagi bersama-sama dengan tersangka lainnya yang pada akhirnya menjadi kredit macet karena diduga sengaja tidak dibayarkan cicilan kredit tersebut.

Kemudian, pihak BRI Cabang Cibinong akhirnya melaporkan dugaan korupsi kredit fiktif tersebut ke Kejari Kabupaten Bogor, dimana kerugian BRI sebesar Rp 4,2 miliar. “AG mengirimkan data 20 karyawan PT HBI kepada HC, dari data-data tersebut kemudian HC mengeluarkan SK seolah-olah 20 karyawan tersebut merupakan karyawan PT TWM. Setelah SK keluar kemudian dikirimkan data tersebut kembali melalui pesan WhatsApp kepada tersangka HL untuk diproses permohonan kreditnya, dan setelah pencairan kredit uangnya ditarik oleh HC dan dibagi bersama-sama dengan HL dan HC serta AG, sampai kredit itu macet dan gagal bayar,” jelasnya.

Baca juga:  Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Dinilai Istimewa, ini Alasannya

Masih kata Juanda, perkara ini merupakan pengembangan dari perkara Kredit BRIGUNA KCP Tegar Beriman dimana dalam perkara tersebut Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Bogor telah menetapkan dua orang tersangka dan juga telah dilakukan penahanan terhadap HL selaku AO Kredit BRIGUNA Tegar Beriman dan MD selaku Ketua Koperasi SPIS.

“Penyidik akan segera merampungkan berkas perkara dan menyempurnakan alat bukti yang nantinya akan disampaikan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk diteliti dan dinyatakan lengkap. Atas perbuatan para tersangka dari kedua perkara tersebut negara telah dirugikan sebesar Rp 4,2 miliar,” ungkapnya.

Kedua tersangka disangka melanggar primair pasal 2 subsider pasal 3 UU Tipikor. “Ancaman hukuman penjaranya minimal 4 tahun dan maksimal  10 tahun atau minimal 1 tahun dan maksimal 2 tahun tergantung pasal yang disangkakan. Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, saat ini masih mencari aset-aset tersangka hasil dari dugaan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ia menerangkan, dengan ditangkapnya dua orang tersangka tersebut, maka total tersangka dalam tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas kredit BRIGUNA ada enam orang. “Sebelumnya kami sudah menetapkan dua orang tersangka yang merupakan pegawai BRI dan sebuah koperasi di Kecamatan Cibinong, bahkan dua orang tersangka tersebut sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Cibinong,” tukasnya. (adi/*)

Tags: ,