Sempat Mangkrak, Pembangunan Gedung MDGS RSUD Ciawi Kembali Dilanjutkan

Foto: Kondisi bangunan RS Ciawi tampak dari bagian depan.(HRB)

CIAWIPembangunan gedung MDGs Rumah sakit umum daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor yang sebelumnya sempat terhenti, rencananya akan kembali dilanjutkan dengan menggunakan APBD Kabupaten Bogor tahun 2021.

Pagu anggaran pada proyek tersebut adalah Rp 35,6 Miliar dan pengerjaannya dilakukan PT Karya Tunas Mandiri Perkasa yang berkantor di Ruko Serpong, Kota Tanggerang Selatan Provinsi Banten.

Sebelumnya, pembangunan yang terhenti dikerjakan PT Putra Nangroe Aceh (PNA) dan hanya selesai hingga tahap pondasi saja dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 7 Miliar. 

Hal tersebut dikarenakan anggaran yang semula dianggarkan sebesar Rp 34 milyar dari APBD Provinsi Jawa Barat (Jabar) tidak bisa dicairkan, mengingat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dari pemerintah pusat digunakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar barat untuk penanggulangan Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Cep Gogom, Anggota DPRD Provinsi Jabar ketika berkunjung ke RSUD Ciawi dalam rangka meninjau pembangunan proyek belum lama ini. 

“Dana PEN yang telah diterima oleh Pemprov Jabar yang semula dianggarkan untuk pembangunan gedung MDGS RSUD Ciawi, terpaksa digunakan untuk penanganan Covid-19. Makanya proyek ini sempat terkendala karena hal itu,” ungkapnya.

Dilanjutkannya proyek pembangunan gedung tersebutpun menuai tanggapan positif dari berbagai kalangan masyarakat, terutama para aktivis wilayah Selatan Kabupaten Bogor.

Seperti diungkapkan Ketua Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) Muhamad Muhsin. Menurutnya pembangunan tersebut memang harus dilanjutkan kembali, karena RSUD Ciawi Butuh ruang tambahan agar tak ada lagi alasan kekurangan ruang perawatan pasien. 

Baca juga:  Laka Lantas, Satu Tewas Dua orang Luka

“Setidaknya RSUD Ciawi harus bisa melayani kesehatan masyarakat dari 7 Kecamatan yang ada di Selatan Kabupaten Bogor. Dan Intinya kami selaku masyarakat akan terus mengawasi pembangunan gedung tersebut,” tegasnya. 

Indra Surkana, tokoh masyarakat Kecamatan Cijeruk juga berpendapat sama. Pembangunan gedung MDGs RSUD Ciawi sudah sepantasnya dilakukan. Minimal kata dia, masyarakat di selatan Kabupaten Bogor bisa terlayani.

Bahkan menurutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bukan hanya fokus terhadap pembangunan gedung RSUD saja, namun harus memperhatikan fasilitas kesehatan di setiap kecamatan. 

“Ya bangun juga fasilitas kesehatan yang memadai di setiap kecamatan, bukan hanya fokus membangun RSUD saja. Dan saya rasa lebih baik membangun fasilitas kesehatan di kecamatan ketimbang mengucurkan anggaran Satu Miliar Satu Desa atau Samisade ke setiap desa,” ungkap politisi Partai Nasdem tersebut.

Tanggapan lain pun datang dari tokoh muda Ciawi. Adi, Ketua Lingkar Muda Bogor (LMB) yang mengaku telah melayangkan surat Kepada Dinas Kesehatan dan pihak RSUD Ciawi terkait anggaran pembangunan lanjutan gedung MDGs tersebut. 

“Pagu anggaran pada proyek tersebut adalah 35 miliar 600 juta rupiah. Secara hitungan matematika seharusnya nilai proyek tersebut tidak mencapai jumlah itu, karena pembangunan sebelumnya sudah menghabiskan anggaran sebesar tujuh miliar,” tandasnya. 

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) Irwan, pihak RSUD Ciawi belum memberikan tanggapan apapun terkait hal itu.(ASH) 

Tags: ,