Siswa di Jonggol Belajar di Lantai, Kinerja Dinas Pendidikan Mengecewakan 

Jonggol, HRB

Berbagai kalangan menyoroti sekaligus menyatakan keprihatinannya atas kondisi puluhan siswa di SD Negeri Balekambang 03 Jonggol yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lantai kelas atau tanpa menggunakan meubelair (bangku dan meja belajar).

Kritik keras serta kekecewaan juga dikemukakan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim. Dia mengaku sangat geram lantaran kejadian siswa belajar di lantai ini terjadi di wilayah Bumi Tegar Beriman yang memiliki APBD triliunan rupiah.

“Kami sudah terima laporan kalau SDN Balekambang 03 Jonggol belajar tidak menggunakan kursi (meubelair). Dan ini sangat memprihatinkan karena terjadi di daerah yang menjadi penyangga Ibu Kota Negara, DKI Jakarta,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dia mendapatkan laporan bahwa puluhan siswa tersebut belajar dilantai kelas dikarenakan kondisi meubelair di dua kelas SDN Balekambang 03 Jonggol sudah rapuh dan tidak layak lagi digunakan. Dengan kejadian ini, Muad menegaskan dirinya sangat tidak bisa menerima dan akan mempersoalkan hal ini kepada Kepala Dinas Pendidikan, Juanda Dimansyah.

“Sudah saya konfirmasi ke Kepala Sekolah ternyata ada 2 rombel (rombongan belajar) melakukan kegiatan sekolah dilantai tanpa ada kursi sekolah dan ini sangat memprihatinkan dan memalukan apa lagi sekolah ini berada di Daerah Pemilihan (Dapil) saya,” ucap politisi PDI Perjuangan yang memang dikenal kritis dan vokal tersebut.

Ia menambahkan, hingga kini tercatat ada sebanyak 3 sekolah dasar yang tidak memiliki meubelair, sehingga berdampak kepada peserta didik. “Pertama di SDN Bojong Nangka 02 Gunung Putri itu memang sedang direnovasi pada waktu itu, dan SDN Sukarasa 02 Tanjungsari yang sudah diganti semua dengan yang baru,” ungkapnya.

Baca juga:  Satu Orang Tewas Dalam Tawuran Maut di Surya Kencana

Sementara itu, Kepala SDN Balekambang 03 Jonggol, Rahmat membenarkan bahwa puluhan siswanya tersebut belajar di lantai. Kejadian ini, diakuinya sudah cukup lama, terhitung sejak masuk Tahun Ajaran ajaran atau setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023. “Ada 2 kelas yang tidak memiliki meubelair, dan satu kelasnya itu ada 20 siswa lebih. Artinya, ada sebanyak 40 siswa yang belajar di lantai selama 2 bulan terakhir ini,” kata Rahmat, Rabu ( 23/8/2023).

Dia menjelaskan, alasan tidak memiliki mebeler dikarenakan mebeler yang lama sudah rapuh dimakan waktu sehingga tidak layak lagi untuk digunakan. “Meubeler yang lama sudah rusak dan gak layak digunakan lagi, karena dimakan oleh waktu. Jadi dua ruang kelas SDN Balekambang 03, tidak memiliki meubeler,” tuturnya.

Lanjutnya, Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mengajukan untuk pengadaan meubeler ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melalui Musrenbang. “Kita sedang mengajukan pengadaan meubeler, dan informasinya kalau tahun 2024 bakal terealisasi. Yah semoga saja dalam waktu dekat, kita mendapatkan meubeler baru, dan siswa tidak lagi belajar di lantai,” harapnya. (Asb)