Situ Ciranji Direhab, Areal Persawahan Petani Terancam Gagal Panen

Situ CiranjiSitu Ciranji Direhab, Areal Persawahan Petani Terancam Gagal Panen

Dramaga, HRB

Petani di Kampung Ciranji Desa Sinarsari terancam mengalami gagal panen. Pasalnya, debit air Situ Ciranji yang biasa mengaliri saluran irigasi ke areal persawahan di desa tersebut, sudah satu pekan ini mulai menyusut bahkan kering.

Namun ternyata, Keringnya debit air di Situ Ciranji bukan dikarenakan musim kemarau yang saat ini tengah melanda. melainkan sedang adanya rehabilitasi  pada bagian pintu air serta beberapa sisi tembok penahan tebing nya.

Ukon, Kepala Desa Sinarsari membenarkan, Setu Ciranji berdasarkan data yang ada di kantor desa, luasnya mencapai 1,3 hektar, dan sudah seminggu ini sedang direhabilitasi pada bagian pintu air serta bagian turap dan dinding tembok penahan tanahnya.

“Itu program rehab pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Propinsi Propinsi Jawa Barat, dan bukan program dari desa,” tegas Ukon, Kamis, 7 September 2023.

Menurutnya, rehab Situ Ciranji tersebut meliputi pada perbaikan pintu air untuk saluran irigasi, berikut perbaikan tembok penahan tebingan yang sebagian ambrol.

“Kalau dilihat secara fisik, luas Situ Ciranji dipastikan sudah menyusut bahkan bisa kurang dari satu hektar. Dimana dulunya fungsi Situ Ciranji adalah untuk mengairi persawahan di seputar kawasan Dramaga, namun sekarang area persawahannya sudah hilang berganti menjadi area perumahan mewah yang berada di seberang Pom Bensin Dramaga serta untuk pembangunan Jalan Lingkar Dramaga (JLD)”, bebernya.

Baca juga:  Pemerintahan Kota Bogor Pindah, Mimpi?

Di Desa Sinarsari lanjut Ukon, terdapat dua situ, yang paling luas namanya Situ Kampung Tengah di RW 3 dengan mencapai luas hingga 2,3 hektar. Dan saat ini fungsi kedua setu ini berubah, selain menjadi kantung kantung penampungan air, juga dijadikan empang perikanan oleh warga, mengingat persawahan di Desa Sinarsari dan Dramaga, sekarang sudah tidak ada lagi.

Tatang warga Sinarsari yang rumahnya berdekatan dengan setu Ciranji memohon kepada pihak Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi serta pihak Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBSCC) dan kantor BPN Kabupaten Bogor, agar segera melakukan penegasan dalam menetapkan batas batas lahan Setu Ciranji maupun Setu Kampung Tengah.

“Agar kedepannya tidak memunculkan konflik lahan dengan warga yang tinggal di dekat situ,” tandasnya. */djm

Tags: