Soal Pungli, Presidium Ancam Laporkan Kepsek SMAN 2 Cileungsi ke Kejaksaan

Foto: Lokasi SMA N 2 Cileungsi yang dikeluhkan orang tua murid dikarenakan adanya dugaan pungli.(HRB)

CILEUNGSI – Praktek pungutan liar di lembaga pendidikan tingkat menengah kerap lolos dari sorotan berbagai pihak. Pasalnya, proses pengawasan yang saat ini ditangani oleh dinas pendidikan provinsi membuat pihak sekolah semakin bebas melakukan praktik pungutan terhadap orang tua siswa lantaran minimnya pengawasan. Apalagi proses pungutan yang tidak disertai kwitansi dan tanda terima membuat pungutan tersebut menjadi semakin tersamarkan.

“Saya diminta pungutan dari mulai Lima Juta sampai Sepuluh Juta. Disitu ada kolom-kolomnya mau di isi yang nilai sumbangannya berbeda-beda. Tapi waktu itu akhirnya diminta 4 juta dengan alasan kesepakatan sekolah dan komite. Jelas kita sangat keberatan,” kata Wahyudi salahsatu orang tua siswa kepada HRB, Senin (12/07/2021).

Menurut Wahyudi, jika uang pengembangan sekolah tersebut tidak dibayarkan maka siswa tidak boleh ikut ujian untuk kenaikan kelas. Maka dari itu, dirinya merasa dilema dengan adanya kebijakan sekolah yang dianggap membebani orang tua murid.

Baca juga:  Pemkab Bogor Macan Ompong,  Wakil Rakyat ‘Ngomel’ Soal Tambang di Bogor Timur

“Akhirnya saya bayar secara bertahap, karena takut anak tidak bisa ikut ujian,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Presidium Bogor Timur, Al Hafiz Rana mengatakan praktik pungutan terhadap orang tua siswa tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Terlebih pungutan atasnama pengembangan sekolah tersebut ditetapkan nilainya.

“Ini namanya pihak sekolah sudah sewenang-sewenang terhadap orang tua siswa. Maka kami akan turun untuk mengkroscek dan melakukan pengawasan. Saat ini, kita sedang kumpulkan bukti-buktinya dan akan kita laporkan kasus ini ke kejaksaan,” tegas Alhafis.

Alhafiz membeberkan, pembangunan SMAN 2 Cileungsi, merupakan upaya dari Presidium dan camat cileungsi pada saat itu. Sehingga, Presidium tidak akan tinggal diam jika pengelola sekolah justru merugikan masyarakat dan bertindak sewenang-wenang.

“Kalau perlu akan saya demo dan minta kepala sekolah dicopot,” tukasnya.(Fik/As)