Sungai di Jungle Land Sentul Jadi Pembuangan Sampah

Jungle LandSungai di Jungle Land Sentul Jadi Pembuangan Sampah

Babakan Madang, HRB

Pinggiran Kali hingga Aliran Sungai tepatnya di Areal Wisata Jungle Land, Sentul Desa Karang Tengah – Kecamatan Babakan Madang, kini memprihatinkan karena menjadi sasaran warga tak bertanggungjawab yang membuang sampah di lokasi tersebut.

Sampah pun menumpuk dari tepi jembatan pinggil jalan hingga ke aliran sungai.

Berdasarkan pantauan rakyatbogor, Minggu (16/7/2023), timbunan sampah tampak memenuhi pinggiran jembatan hingga meluber ke aliran sungai itu.

Bau tak sedap menyengat dari tumpukan sampah yang dihinggapi banyak lalat hijau itu. Warga yang melintas pun mengeluhkan imbas yang ditimbulkan dari tempat pembuangan sampah ilegal tersebutt, terutama soal bau tak sedapnya yang menyengat.

Udin (40) salahsatu pengendara motor yang kerap melintas di jalan tersebut, menuturkan jika hal itu sudah terjadi lama. Ia menduga sampah tersebut berqsal dari para pedagang sekitar hingga warga yang melintas.

“Ini sudah lama dan sangat memprihatinkan. Teganya orang ngebuang sampah di tepian kali hingha ke aliran sungai itu,” katanya, Minggu (16/7/20023).

Aktivis peduli lingkungan hidup Bogor Raya, Ki Sabili turut menyoroti hal ini. Menurutnya, pihak pemerintah dan para pengusaha sekitar, seharusnya dapat mengawasi agar tidak terjadinya hal demikian.

Baca juga:  Rusak Sejak Lama, Jalan Ciburuy Tak Juga diperbaiki

“Seharusnya pemerintah dan pengawas UPT sampah wilayah setempat, bersama para pengusaha sekitar, dapat bekerjasama dalam mengawasi pembuang sampah liar,” pintanya.

Diapun mendesak, Pemerintah tegas dalam mengatasi persoalan sampah yang bukan pada tempatnya tersebut. Sebab, aliran sungai yang tercemar sampah, akan berdampak luas, terutama bahaya banjir.

“Ini jika dibiarkan akan berdampak fatal. Aliran sungai yang dipenuhi sampah, maka akan tersendat dan menimbulkan bencana banjir nantinya. Jadi, saya tegaskan agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Wargapun berharap, agar kedepan ada perhatian lebih soal TPS yang harus disediakan, dan membentuk tim Satgas Sampah, agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan warga yang tak bertanggungjawab.

“Pemerintah harus lebih perhatian sih kedepan agar begini tidak terjadi, kan bisa juga tercemar sungainya, bahkan banjir kalau kapasitas sampah makin banyak,” tandasnya.

Sementara itu, Ucup selaku Pengawas UPT Sampah Wilayah Kecamatan Babakan Madang pada DLH Kabupaten Bogor, belum bisa memberikan keterangannya saat dihubungi melalui selularnya. (Asb)

Tags: