Tahanan Kota Kades Tangkil Dinilai Janggal

KadesKepala Desa (Kades) Tangkil, Kecamatan Caringin, AA.(foto: wan/hrb)

Caringin, HRB – Kehadiran AA, Kepala Desa (Kades) Tangkil, Kecamatan Caringin saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI KE 77 yang dilaksanakan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Caringin, di lapangan Kinasih Resort, pada Rabu (17/8) menjadi sorotan sejumlah pihak.

 

Salah satunya Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP) mengaku heran dengan status AA yang sudah menjadi tersangka dalam kasus disangkakan melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, namun secara mengejutkan sudah kembali menghirup udara bebas.

 

Ketua JPP, Saleh Nurangga menuturkan, kemunculan AA pada upacara HUT RI Ke 77 di lapangan Kinasih Resort menggunakan pakaian dinas lengkap jelas menuai tanda tanya. Karena kata dia, pada Juli lalu AA telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong.

 

“Ada apa ini, masa sudah jadi tersangka dan sempat dilakukan penahanan di rumah tahanan (Rutan) Polres Bogor, tapi bisa berkeliaran bebas di luar,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (18/8/2022).

 

Saleh pun mempertanyakan kinerja penegak hukum, baik kepolisian dan Kejari Cibinong terkait hal itu. Sebab kata dia, Kades Tangkil itu saat ini berstatus sebagai tahanan kota juga menuai pertanyaan.

 

“Saya melihat ada kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, terutama dengan status tersangka sebagai tahanan kota,” ujarnya.

 

Sebab lanjut dia, status tahanan kota bisa diberikan kepada tersangka apabila kondisinya sakit. Sedangkan bila melihat kondisi AA, status tahanan kota itu tidak bisa diberikan kepada tersangka.

 

“Kalau melihat fisiknya dia tidak terlihat sakit. Nah, kenapa bisa jadi tahanan kota. Ini kan janggal sekali,” tanya Saleh.

 

Ia menegaskan, kasus yang menjerat kades AA sudah jelas suatu pelanggaran hukum. Sehingga, sekalipun telah ada penyelesaian atau pencabutan laporan oleh pihak pelapor, namun kasus pemalsuan dokumen tetap harus berlanjut.

Baca juga:  Sebut Kawasan Simpang Ciawi Kumuh, Aleg DPR RI Minta Ade Yasin Bongkar Pasar Ciawi

“Tidak bisa selesai begitu saja, walau sudah ada penyelesaian dengan pelapor, tetap saja kasus hukumnya harus dilanjut. Ini bukan kasus tabrak lari yang bisa secara kekeluargaan selesai begitu saja,” tegasnya.

 

Tak hanya itu, ia pun meminta keterbukaan dari para penegak hukum yang menangani kasus AA sesuai  Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

 

“Kalau mengacu kepada UU KIP, para penegak hukum yang menangani kasus kades dengan sangkaan pemalsuan dokumen, harus terbuka dan menginformasikan sejauh mana perkembangan kasusnya ke publik,” jelasnya.

 

Saleh pun mengkritisi sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena dinilai lamban dalam menyikapi kasus hukum yang menjerat Kades Tangkil.

 

“Harusnya setelah ditetapkan sebagai tersangka, status AA di non aktifkan dari jabatan kades,” imbuhnya.

 

Sbelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Kejari Cibinong, Juanda memberikan keterangan perkembangan perkara Kades Tangkil, Acep Awaludin, bahwa yang bersangkutan telah dilimpahkan perkara nya ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong untuk proses persidangan.

 

Sehingga, lanjut Juanda, proses berikutnya akan menjadi tanggungjawab pihak pengadilan. Dan  ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkara tersebut, hakim mengeluarkan penetapan tahanan kota terhadap terdakwa Kades Tangkil.

 

“Untuk persidangan AA akan dilangsungkan minggu depan,” jelas Kasi Intel tersebut.

 

Juanda mengatakan, AA akan ditahan selama 20 hari, itu terhitung semenjak tanggal 13 Juli 2022 di rumah tahanan (Rutan) Polres Bogor.

 

Untuk berkas perkara tersangka, secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong untuk dilaksanakan proses persidangan.

 

“Penahanan Kades Tangkil sekarang di Rutan Polres Bogor, selama 20 hari untuk selanjutnya menjalani persidangan,” tukasnya.(wan)

Tags: