Tak Ada PJU, Jalan Bomang Rawan Jambret

Foto : Jalan Boman Yang Gelap Saat Malam Hari.(diyon/HRB)

Tajurhalang – Meskipun pelaksanaan Mega Proyek  Jalan Bogor-Kemang (Bomang) Belum Rampung dikerjakan. Masyarakat telah menggunakan akses jalan alternatif ini meskipun tanpa penerangan. Al hasil, area itu kini menjadi rawan kecelakaan (laka) dan tindak pidana jambret.

Warga Tajurhalang, Anggi (32) menerangkan. Peristiwa jambret dan kecelakaan lalu lintas di area tersebut kerap kali terjadi. Karena gelap, pengendara rawan saling “adu banteng” termasuk peristiwa jambret, yang terjadi tiap minggunya.

“Kalau sore sudah gelap karena tidak ada lampu. Jadi harus hati-hati karena sudah banyak kejadian kecelakaan maupun jambret,” kata Anggi, Rabu (17/16/2021).

Selain karena penerangan. Kerawanan juga akibat rute ekstrim.  Jalan trek lurus,  menanjak dan menurun. Karenanya PJU menjadi kebutuhan masyarakat serta pengendara jalan.  

Baca juga:  Plt Bupati Bogor Minta Jalan Bomang Dikebut

“Kalau ada PJU pasti membantu. Tapi sayang belum ada satupun,” ujarnya.

Pantauan HRB, sepanjang Jalan Bomang yang panjang membentang di 5 (Lima) desa, yakni Desa Jampang, Desa Tonjong, Desa Kalisuren, Desa Tajurhalang, dan Desa Nanggerang. Tidak ditemukan Satupun Penerangan jalan umum (PJU).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Ade Yana mengaku akan segera menindak lanjuti informasi tersebut. “Kami akan tindak lanjuti,” singkatnya.(diyon)

 

Tags: