Terkait Konflik Lahan Cijeruk, Penggarap UP Gugat PMH PT. BSS

BOGOR KOTA,  RBN – KONFLIK lahan di Cijeruk terus memanas, melibatkan penggarap UP dan Perusahaan Bahana Sukma Sejahtera (BSS). Setelah tiga somasi tanpa respon, UP mengambil langkah lebih lanjut dengan mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Cibinong Klas IA pada Januari 2024.

R. Anggi Triana Ismail, S.H kuasa hukum UP dari Tim Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners mengatakan, telah melakukan pendaftaran gugatan dengan Nomor Register Pengadilan 040/Pdt.G/2024/PN.CBI pada 26 Januari 2024 yang lalu.

“Gugatan ini, berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata, mencakup beberapa tuntutan yaitu Ganti rugi material sebesar 35 juta akibat pengrusakan 40 batang pohon jati Salomon, ganti rugi immaterial sebesar 5 milyar, merujuk pada trauma mendalam akibat pengrusakan tanaman yang dirawat bertahun-tahun, juga memerintahkan tergugat untuk bertanggung jawab atas kerugian moril dan melaksanakan pertaubatan atas perbuatan merusak tanaman pribadi, dan yang terakhir agar menghentikan semua aktivitas alat berat (beko) di lahan garapan Cijeruk,” pungkas Anggi.

Baca juga:  Okupansi Hotel di Kota Bogor Selama 2021 Tertinggi di Provinsi Jawa Barat

Lanjut Anggi, meski sidang masih dalam tahap pemanggilan, tergugat tidak hadir dua kali dengan alasan yang kurang jelas. Forkopimca (Kapolsek, Danramil, Camat dan Kades Cijeruk – red), juga dinilai tidak memberikan contoh sebagai pejabat publik yang mematuhi panggilan resmi Pengadilan. Diharapkan pemanggilan berikutnya dapat diikuti dengan baik oleh semua pihak untuk mencapai penyelesaian yang adil.

Tags: , , ,