Tindak Pencabulan Anak di Kabupaten Bogor: Panggilan untuk Penegakan Hukum dan Peran Pemerintah Daerah

BOGOR KOTA, RBN – DUGAAN kasus pelecehan seksual dan pencabulan anak di lingkungan pendidikan Kabupaten Bogor menarik perhatian praktisi hukum, Adv. Rd. Anggi Triana Ismail, S.H., dari Lembaga Penyuluhan & Bantuan Hukum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Jawa Barat. Anggi menyoroti pentingnya respon cepat dan serius dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menangani kasus ini.

“Praktisi hukum ini menekankan bahwa drama yang terlalu banyak dari pihak sekolah dalam menyikapi kasus ini dapat mengancam supremasi hukum. Selain itu, perbuatan keji seperti ini sangat ditentang dalam Islam, sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ungkap Anggi.

Ia menyoroti hak-hak anak dalam Islam, menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak tersebut menjadi prioritas, seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Anggi memahami bahwa korban mungkin sudah muak dengan realitas saat ini, namun sulit untuk menyampaikan pengalaman mereka secara tegas.

Anggi juga menegaskan pentingnya respons cepat dari aparat penegak hukum. Menurutnya, penegakan hukum terhadap kasus pelecehan seksual dan pencabulan anak harus menjadi prioritas, dan aparat penegak hukum harus bertindak cepat untuk menangkap dan mengadili para pelaku.

Baca juga:  Cabuli 5 Muridnya, Guru Ngaji Diciduk Polisi

Dalam konteks hukum, Anggi menjelaskan bahwa pelecehan seksual dan pencabulan anak bukanlah delik aduan melainkan delik biasa. Oleh karena itu, tidak perlu menunggu pelaporan atau pengaduan dari korban. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk proaktif dalam menindaklanjuti kasus-kasus semacam ini.

Selain itu, Anggi menyoroti perlunya keterlibatan serius pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani kejahatan seksualitas. Dia mencatat bahwa jumlah kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia cukup tinggi, dan Kabupaten Bogor memiliki andil yang signifikan. Ia meminta pemerintah daerah untuk fokus dan menjadi garda terdepan dalam menanggulangi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak di wilayah tersebut.

“Negara yang diwakili melalui pemerintah daerah Kabupaten Bogor harus tegas dan serius menanggapi peristiwa hukum ini. Fokuslah, jangan banyak drama, dan jadilah garda terdepan dalam mengentaskan persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak di Kabupaten Bogor,” tegasnya, menutup dengan menyinggung ayat Al-Qur’an yang menekankan perlunya menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Tags: , , , ,