Tradisi Sedekah Bumi Masih Terjaga di Desa Nambo

Sedekah Bumi di Desa NamboTradisi Sedekah Bumi di Desa Nambo.

Klapanunggal, HRB – Sedekah bumi, masih menjadi tradisi tahunan bagi warga di Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor. Tradisi yang masih dipercaya sebagian masyarakat ini, dikemas melalui upacara sedekah bumi, yang merupakan salah satu upacara adat berupa prosesi seserahan hasil bumi kepada alam.

Upacara ini biasanya ditandai dengan pesta rakyat, yang diadakan di balai desa atau di lahan pertanian maupun tempat-tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat. Masyarakat di wilayah ini, juga tidak luput untuk menggelar acara tahunan tersebut, sebagai bentuk mensyukuri atas nikmat dari mana kuasa atas hasil bumi dari alam.

“Ini adalah acara sedekah bumi yang memang tiap tahun diadakan pada bulan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh masyarakat Desa Nambo,” ucap Kepala Desa Nambo, Nanang, kepada Rakyat Bogor, Kamis (13/10/2022).

Dengan digelarnya acara ini, warga di wilayah ini juga bersyukur atas hasil dari bumi, berupa hasil pertanian, usaha berdagang, dan Usaha-usaha yang lainnya. “Ini merupakan tujuan dari masyarakat di Desa Nambo, yang memang sudah dari leluhur kita, dan dilaksanakan setiap tahunnya dengan acara sakral,” paparnya.

Baca juga:  Wisata Alam 'Angker' di Babakan Madang yang Bikin Merinding

Menurut Nanang, warga juga sangat apresiasi dengan baik dalam sumbangsih materi, uang ataupun bantuan-bantuan yang lainnya, maupun fikiran dan tenaganya. Sehingga, acara ini dapat berjalan dengan baik, sukses, dan lancar sesuai harapan.

“Saya berharap dengan kegiatan tersebut, kepada para pemuda-pemudi dan seluruh masyarakat, agar bisa bahu membahu meningkatkan hasil bumi, maupun membangun Desa Nambo yang lebih baik dan maju lagi,” tukasnya.

Sementara itu, Acih (45) warga setempat mengaku jika sedekah bumi merupakan tradisi turun temurun sejak dahulu kala. Bahkan, hingga saat ini masih dipercaya masyarakat yang ada di wilayahnya.

“Disini sudah biasa kalau setiap tahunnya ada acara sedekah bumi. Dan pelaksanannya itu, bertepatan dengan bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Intinya untuk mencari keberkahan dengan rasa syukur kita kepada sang pencipta alam, terhadap hasil bumi yang ada,” ujarnya. (Asb)

 

Tags: