Turap Penahan Longsor di Cilebut Ambrol Sebelum Kelar

CilebutTembok tebing atau turap yang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan di Jl. Raya Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, ambrol.(foto: fuz/hrb)

TANAH SAREAL, HRB – Tembok tebing atau turap yang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan di Jl. Raya Cilebut Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, ambrol.

Material Tembok Penahan Tanah (TPT) yang hampir rampung itu kini menumpuk di dasar tebing dan menutupi sebagian aliran sungai.

Pantauan wartawan, Minggu (19/6/2022), tampak material tembok antilongsor atau turap tersebut menumpuk di dasar tebing.

Material longsor berupa batu kali berukuran besar bercampur semen yang sebelumnya dipasang di dinding tebing.

Bagian atas tebing yang longsor, kini sudah ditutupi terpal berwarna biru.

Hingga saat ini, material longsoran belum dievakuasi dan masih menutupi sebagian aliran Sungai Cipakancilan yang mengalir hingga Jakarta itu.

“Benar TPT-nya longsor. Padahal itu sudah hampir jadi, tapi longsor lagi. Kalau korban alhamdulillah nggak ada ya. Cuma disayangkan saja itu (TPT) sudah hampir jadi tapi longsor lagi,” kata Kepala Seksi Irigasi UPTD Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Jawa Barat, Yulianti Juhendah, saat dimintai konfirmasi wartawan, Minggu (19/6).

Yulianti mengatakan longsor terjadi pada Sabtu (18/6/2022) siang. Tembok antilongsor itu ambrol ketika proyek pembangunannya sudah mencapai 90 persen.

Baca juga:  Curah Hujan Tinggi, Tebing Jalan Sungai Ciapus Dramaga Lonsgor

Pihak PSDA kini masih berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk mengetahui penyebab ambrolnya tembok tersebut.

“Infonya, peristiwa itu terjadi hari Sabtu, sekitar jam 2-an, kondisi hujan sedikit. Proyek itu kan sudah hampir jadi, terakhir kami monitor Hari Jumat, eh Sabtunya longsor lagi,” kata Yulianti.

“Kalau informasi terakhir itu kan sudah hampir 90 persen proses pembangunannya. Kita juga masih cari penyebabnya, karena itu kan sudah hampir jadi. Sore ini kita masih rapat, kita juga koordinasi sama pihak ketiga yang melaksanakan proyek. Kita perlu detailnya, kejadiannya seperti apa dan penyebabnya kira-kira apa,” tambahnya.

Diketahui, pembangunan TPT ini sangat ditunggu warga. Sebab, tebing Jalan Raya Cilebut yang di bawahnya merupakan aliran Sungai Kali Baru dikhawatirkan longsor.

Jika tidak diantisipasi dengan TPT, longsor akan mengganggu akses Jalan Raya Cilebut.
Jalur ini merupakan jalur penting karena menjadi akses utama menuju Stasiun Cilebut dan jalur yang menghubungkan wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Jalur ini membentang mulai Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor, melewati Stasiun Cilebut, Stasiun Bojonggede, dan berujung di tengah Kota Depok. (FUZ/**)

Tags: , ,