UPT DLH Ciawi Mandul, Sampah Puncak Menumpuk, dipicu Perilaku Buruk Masyarakat

SampahIST: Sampah

Cisarua, HRB – Perilaku buruk membuang sampah sembarangan, seperti di aliran sungai, fasilitas umum serta lokasi lainnya, menjadi penyebab utama kian menumpuknya sampah di sejumlah wilayah. Seperti di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Persoalan sampah di kawasan wisata itu pun seolah tak ada habisnya.

Padahal pegiat lingkungan hidup bersama semua unsur pun kerap melakukan berbagai upaya, baik melalui kegiatan maupun seruan untuk tidak membuang sampah sembarangan, namun karena kebiasaan buruk yang masih dilakukan sebagian masyarakat, sampah pun tetap menjadi persoalan utama.

Menurut warga, sampah tersebut bukan hanya berasal dari warga sekitar, namun berasal dari warga luar yang dengan sengaja membuang sampah di sejumlah titik di kawasan Puncak, baik saat melintas ataupun saat berkunjung ke sejumlah objek wisata.

Tak hanya itu, kebiasaan buruk warga yang membuang sampah ke sungai juga menjadi salah satu penyebab terjadinya luapan air dan banjir di wilayah hilir.

“Maka gak heran kalau kiriman hujan Bogor seringkali disebut sebagai salah satu enyebab terjadinya banjir di Jakarta. Ya itu karena banyaknya sampah dari kawasan Puncak salah satunya yang terbawa arus sungai akibat banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai,” ujar Gunawan, warga Jakarta.

Baca juga:  PHRI Hanya Mikir Keuntungan, Sampah Wisata Tidak Terurus, Warga Puncak: Seharusnya Hotel dan Restoran Kelola Sampah Sendiri

Jika diperkirakan, kata dia, sampah yang berasal dari kawasan Puncak Cisarua, Megamendung dan Ciawi, bisa mencapai ribuan kubik dalam sehari. Dan jika diakumulasi setiap bulannya, sudah bisa dipastikan akan menghasilkan sampah dalam jumlah besar.

Lanjut dia, kiriman sampah dari Bogor ke Ibu Kota lewat aliran sungai saat musim hujan bisa bertambah dua kali lipat. Karena menurutnya saat hujan deras debit air pun naik dan menggerus semua sampah yang tidak terbawa arus saat debit air normal.

“Nah itu yang harus ditangani pihak terkait. Karena minimnya pengawasan, akhirnya banyak warga yang memanfaatkan air sungai untuk membuang sampah,” ungkapnya.

Ia pun mengkritik pihak terkait agar tidak hanya mengurusi sampah berbayar atau dikenakan retribusi saja, namun harus mau mengurus sampah lainnya yang berceceran dan bertumpuk di banyak titik.

“Iya dong, jangan hanya sampah yang berbayar saja yang ditangani, tapi sampah tak bertuan pun harus tetap diangkut,” cetusnya.

Efendi, warga lainnya berpendapat, terkait pengelolaan sampah diperlukan penanganan khusus di wilayah hulu. Selain itu, pemberlakuan sanksi bagi para pelanggar juga harus harus diterapkan secara tegas.(asz)

Tags: