Wabup Bogor Minta Pembangunan Fasilitas Warga Cisarua Dipercepat

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dengan meninjau langsung beberapa pekerjaan pembangunan yang berada di wilayah selatan Kabupaten Bogor

Cisarua – Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) dengan meninjau langsung beberapa pekerjaan pembangunan yang berada di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Dan meminta agar pekerjaan-pekerjaan tersebut diselesaikan tepat waktu pada akhir tahun 2021.

Wabup yang meninjau langsung kegiatan pembangunan RSUD Ciawi, Pasar Cisarua, Rest Area Gunung Mas Cisarua serta Gelanggang Olahraga Mini (GOM) Cisarua menyatakan, pengerjaan proyek-proyek tersebut harus bisa rampung pada akhir tahun.

“Saya ingin pembangunannya selesai di akhir tahun. Saya optimis bisa terkejar hingga Desember yang penting benar-benar semua niatnya sama. Jangan saya niatnya sama, instansi sama, pemborongnya tidak, ya tidak bakalan bisa, ini harus komitmen bersama,” tegasnya disela-sela monev, Kamis (11/11/2021).

Iwan memaparkan, untuk percepatan pembangunan, dirinya akan mendorong dengan cara menambah manpower, yang kedua menambah waktu. Untuk penambahan waktu yang biasanya 12 jam jadi 24 jam dengan sistem shift.

“Untuk pendanaan tidak ada masalah, kendala jalan juga sudah diselesaikan, sekarang sudah ada crane yang di atas, itu sangat membantu. Menurut saya sudah tidak ada masalah, saya juga apresiasi pembangunan Pasar Cisarua karena pengerjaannya di luar target yang ditentukan,” papar politisi Partai Gerindra itu.

Iwan Setiawan juga menuturkan, pembangunan GOM Cisarua Kabupaten Bogor dapat digunakan untuk bulu tangkis, basket, volly, laga tangkas, laga satria dan sejenisnya, tapi untuk futsal, mini soccer dan bola tidak bisa.

Baca juga:  Cegah Nikah Siri, Amil di Sukamakmur Bakal di-SP

“Antusiasme masyarakat Cisarua terhadap GOM Cisarua sangat tinggi, sehingga dirinya berharap pembangunan GOM Cisarua dapat segera selesai hingga akhir tahun 2021. Saya ingin akhir tahun bisa selesai, dan GOM Cisarua ini bisa segera digunakan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ia menyatakan, patut disyukuri karena di tengah pandemi Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bogor masih bisa melakukan pembangunan fisik, pokoknya kita minta GOM Cisarua ini selesai tapi tepat waktu.

“Tadi kita tanya kendalanya apa, katanya barang, tapi kalau barang mungkin internal, itu bukan lingkungan, seperti tidak punya stok barang, mobilisasi atau pembayaran, karena kalau kendala barang tidak masuk logika kalau di Puncak ini, kecuali kemarin saat peninjauan ke RS Parung memang aksesnya susah karena jalannya harus melewati rawa, kalau Puncak kan tidak ada. Saya minta segera diselesaikan masalah telat barang,” katanya.

Tambah Iwan Setiawan, konsekuensi ketika pembangunan berjalan tidak maksimal salah satunya pemberian sanksi. Sanksi pertama sesuai administrasi, kalau telat tidak ada perpanjangan adendum, juga ada denda berjalan. “Terakhir tidak usah ikut lagi kalau memang tidak mampu,” imbuhnya. (axl)