Wali Kota Sidak Proyek, Pembangunan Masjid Agung Masuk ke Tahap Berikutnya

Kota Bogor, rakyatbogor.net – Wali Kota Bima Arya Sugiarto langsung mengecek progres akhir tahap kedua pembangunan Masjid Agung Kota Bogor anggaran tahun 2021 berupa pemasangan Makara atau penutup atap masjid pada Jumat (11/3/2022).

Dalam kegiatan semacam inspeksi mendadak tersebut, Bima Arya terlihat didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Chusnul Rozaqi, Camat Bogor Tengah Abdul Wahid dan pihak perusahaan pelaksana pengerjaan proyek.

“Pemasangan Makara Masjid pada hari ini menandai tuntasnya tahapan kedua pembangunan Masjid Agung dan pada saat yang bersamaan kita mempercepat juga untuk tahapan pembangunan berikutnya,” kata Bima Arya yang tampak sumringah.

Saat ini menurut Bima Arya, tahapan selanjutnya sudah mendekati ujung proses lelang konsultan pengawas. Kemudian segera akan dimulai proses lelang untuk pembangunan fisiknya, termasuk bagian interior masjid.

Paling lambat pelaksanaannya ditargetkan April atau Mei 2022, sehingga diharapkan pada akhir tahun 2022 bisa tuntas. “Jadi, Insya Allah kita targetkan akhir tahun masjid Agung sudah bisa digunakan untuk ibadah,” harapnya.

Makara Masjid Agung yang merupakan penutup bagian atas dari atap Masjid Agung ini berbentuk mirip piramida dengan tinggi sekitar 3,8 meter dan luas bagian bawah sekitar 1,5 meter persegi.

Baca juga:  BPC PHRI Bogor Dilantik, Kadin: Pajak Hotel dan Restoran Surplus

Sebelumnya diketahui, pekerjaan proyek revitalisasi Masjid Agung dengan nilai Rp 30 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor itu harus selesai pada akhir kontrak di 17 Desember 2021.

Namun pengerjaan proyek mengalami keterlambatan dan diputuskan diperpanjang hingga 5 Februari 2022. Tapi hingga akhir masa perpanjangan tersebut, kontraktor belum juga menyelesaikan pekerjaan. Bahkan pekerjaan kembali diperpanjang hingga 5 Maret 2022.

Ketika meninjau pekerjaan proyek Masjid pada Rabu(16/2/22) lalu, Wali Kota Bima Arya mengatakan, perpanjangan kedua kembali dilakukan karena terdapat masalah teknis pada tahap pemasangan atap. “Pembangunan Masjid Agung ini dapat perpanjangan kedua. (Perpanjangan) pertama (sampai) 5 Februari 2021,” ujarnya.

Bima Arya pun menjelaskan, molornya pengerjaan pembangunan atap Masjid Agung lantaran ada masalah teknis pada produksi enamel. Dimana enamel berbahan alumunium itu mengalami kelangkaan. Sehingga pihak pelaksana proyek harus menunggu pengiriman barang dari produsen.  (RZ/**)

Tags: