Warga Ontrog PT.Star Tjemerlang

Foto: Warga dan PT.Star Tjemerlang saling menjelaskan tentang kepemilikan Hak Tanah, Selasa (22/06/2021).(HRB)

CIBINONGSaling klaim kepemilikan tanah kembali terjadi, PT.Star Tjemerlang yang mengaku memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) merasa berhak atas tanah yang sedang di bangun rumah oleh orang yang juga mengaku berhak atas tanah tersebut yang terletak di RT 01 RW 05, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Melihat adanya aktifitas pembangunan, PT.Star Tjemerlang melayangkan surat undangan kepada saudara Jiung, namun surat undangan tersebut salah alamat, karena Jiung bukanlah pemilik tanah melainkan hanya yang membangun. “Kami dapat undangan dari PT.Star Tjemerlang, makanya kami penuhi undangan ini, tapi pemilik tanah itu pak Abdul bukannya saya. Makanya saya keberatan dan minta agar PT jangan sembarang main panggil saja,” kata Jiung, Selasa (22/6/2021).

Abdul, sang pemilik tanah yang juga turut menghadiri undangan PT.Star Tjemerlang juga merasa keberatan atas klaim dari perusahaan tersebut. Karena menurutnya, pihaknya belum pernah melepaskan hak nya kepada PT.Star Tjemerlang. “Belum pernah saya jual ke siapapun, termasuk ke PT.Star Tjemerlang. Kalau dia merasa punya sertipikat saya kepingin lihat alas hak nya atau warkah nya seperti apa,” kata Abdul.

Dia juga merasa heran, tiba-tiba di lokasi tersebut menurut PT.Star Tjemerlang sudah ada SHGB nya. “Itulah yang saya bingung, PT ini dapat perolehan nya dari siapa, kok tiba-tiba ngaku punya sertifikat, kapan ke lokasi waktu ngukur nya, dan siapa orang yang ukur nya, dan informasi nya juga SHGB terbit tahun 2009, kan belum lama ibaratnya baru kemarin,” imbuhnya.

Sementara itu, Gabriel S Rusli selaku Site Manager PT.Star Tjemerlang mengungkapkan, bahwa maksud dan tujuan dari undangan pertemuan itu agar pembangunan nya tidak dilanjutkan sebelum terlanjur menelan biaya yang lebih banyak lagi. “Makanya saya sampaikan undangan, jangan sampai ada kesan sudah selesai di bangun baru ada peringatan, mumpung ini masih belum terlanjur di bangun,” kata Gabriel.

Baca juga:  Ketua DPRD Kota Bogor Yakin Pancasila Tetap Membumi

Dia menjelaskan, bahwa di lokasi tersebut telah terbit SHGB Nomor 4831/Sukahati seluas 14.966 meter persegi yang diterbitkan oleh BPN Kabupaten Bogor pada tahun 2009. Namun demikian, Gabriel tidak dapat menjawab pertanyaan asal muasal perolehan dari SHGB tersebut. “Saya tidak tahu, karena saya di PT.Star Tjemerlang dari tahun 2012. Dan coba saja silahkan tanyakan ke BPN, itu biar BPN yang menjawab,” elaknya.

Atas adanya proses pembangunan di lokasi tanah yang di maksud, karena Abdul merasa punya hak dan pihak perusahaan juga merasa punya hak, dari hasil undangan pertemuan tersebut Abdul akhirnya diperbolehkan oleh Gabriel untuk melanjutkan pembangunan. “Untuk menentukan siapa yang berhak atau tidak ya harus ke pengadilan, kalau pun warga yang menggugat kami siap,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bahwa pihaknya memiliki 87 hektar di dua wilayah yakni Kelurahan Sukahati dan Karadenan, dari awalnya 300 hektare yang telah dibagi tiga bagian yakni masyarakat penggarap, pemerintah daerah dan PT.Star Tjemerlang. “Mereka ini kan penggarap ya, jadi mereka menganggap bahwa garapan nya itu tanah mereka, susah jadinya. Ketika tanah nya mau kita pakai, ya jatuh nya pemberian kerohiman,” pungkasnya.

 

Tags: , , ,